Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Merasa Diintimidasi Kampus, Dosen IAIN Kudus Minta Perlindungan KASN, LPSK, dan Inspektorat

MURIANEWS.com, Kudus – Dosen IAIN Kudus M. Saekan Muchith minta perlindungan sekaigus pendamping kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Lembaga Perlindungan saksi dan korban (LPSK) dan Inspektorat Jendral Kementrian Agama. Hal ini dilakukan setelah ia merasa dintimidasi oleh sikap atau kebijakan kampus IAIN Kudus.

Menurutnya, pelaporan tersebut dilakukan karena ia khawatir apabila tidak melapor akan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak kampus. “Surat perlindungan itu sudah saya kirim terhitung sejak 27 Maret 2019 lalu. Tembusan kepada Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (3/4/2019).

Ia mengatakan, awal mula hingga terjadi pelaporan ini terkait dengan proses suksesi STAIN Kudus pada tahun 2017 lalu. Awalnya yang ia alami hanya menimpa kepada dirinya saja. Sehingga ia tak tertarik untuk menyampaikan pengalamannya kepada publik.

Namun setelah, KPK melakukan OTT kepada RMY tanggal 15 Maret 2019 lalu tentang dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama. Akhirnya ia menyampaikan pengalamannya kepada publik.

“Dengan harapan bisa menjadi informasi tambahan atau pelengkap bagi Kemenag untuk melakukan perbaikan sistem pengisian jabatan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, menurutnya ada kesamaan antara proses pengangkatan Kanwil Kemenag Jawa Timur yang akhirnya terkena OTT dengan proses suksesi Ketua STAIN Kudus pada tahun 2017 lalu.

“Ada kesamaan yang dilantik Menteri Agama adalah calon yang sama-sama pernah tidak lolos pada tahap seleksi adimintrasi. Yakni Dr. MDR, M.Ag yang dilantik oleh menteri agama pada Juli 2017 lalu menjadi Ketua STAIN Kudus periode 2017-2021,” jelasnya.

Namun setelah ada surat dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag atas nama Menteri Agama yang ditujukan Plt Ketua STAIN Kudus. Maka akhirnya Pllt Ketua STAIN Kudus memasukan nama Dr. MDR,M.Ag menjadi tiga besar calon yang lolos. Kemudian mereka mengikuti tahapan berikutnya yakni mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan di Kemenag.

“Akhirnya ada tiga nama calon Ketua STAIN Kudus. Mereka adalah Dr. Fathur Mufid Ketua STAIN incumbent, kedua saya, dan ketiga Dr. MDR, M.Ag yang sebelumnya pernah dinyatakan tidak lolos oleh panitia ditingkat STAIN Kudus,” terangnya.

Selanjutnya, setelah ketiga calon itu mendapatkan penilaian oleh Senat Akademik STAIN Kudus. Alhasil, penilaian senat akademik STAIN Kudus, Dr. MDR, M.Ag ini secara kualitatif mendapatkan nilai terendah dibanding dua calon lainnya.

“Walaupun pernah dinyatakan tidak lolos tahap seleksi adminitrasi dan mendapat penilaian terendah dua calon lainnya. Malah MDR ini dilantik oleh Menteri Agama sebagai Ketua STAIN Kudus periode tahun 2017-2021. Karena STAIN Kudus pada tahun 2018 beralih menjadi IAIN maka ia dilantik otomatis oleh Menteri Agama sebagai rektor IAIN periode 2018-2022,” paparnya.

Pernyataan itu dimuat dalam berbagai media. Hanya tulisannya berisi testimoni pribadi saat mengikuti suksesi pemilihan Ketau STAIN Kudus pada tahun 2017 lalu.

“Dalam berita itu saya tidak ada menyudutkan atau menyalahkan pihak lain. Dalam berita yang sudah tayang, juya tidak ada, tidak pernah saya menuduh lembaga manapun Khususnya Kemenag bersalah atau buruk,” bebernya.

Ditambahkannya, ia berharap dan menghimbau kepada mahasiswa agar tetap tenang berkonsentrasi untuk belajar. Mahasiswa tidak usah ikut-ikut memberikan respon dalam bentuk apapun. “Jaga kondusifitas kampus, hormati asas praduga tidak bersalah dan hormati proses penegakan hukum. Biar proses hukum yang berbicara,”tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...