MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Serangan Fajar, Tamara Geraldine: Terima Uangnya Jangan Coblos Orangnya

0 181

MURIANEWS.com, Jepara – Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Tamara Geraldine melakukan kampanyenya di Desa Panggung, Kedung, Jepara. Kampanye ini dilaksanakan di lapangan Pantai Seribu Ranting Desa Panggung, Rabu (03/04/2019). Sekitar 500-an orang hadir dalam acara yang dikemas sebagai kegiatan aerobik ini.

Tamara Geraldine pada panggung kampanyenya tidak banyak bicara. Mantan artis ini hanya berinteraksi dengan para konstituennya tidak lebih dari 1 jam saja. Selebihnya, caleg ini menghabiskan waktunya untuk beraerobik bersama massa yang didominasi para wanita.

Saat berbicara, Tamara menyatakan dirinya datang ke desa-desa sebagai bagian dari sikap rendah hati dirinya. Pemimpin yang baik, harus bisa bersikap rendah hati. Karena itu dirinya melakukan ‘belusukan’ untuk menemui masyarakat di pelosok desa. Dengan harapan bisa memberikan pencerahan dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sudah banyak yang saya dapatkan dalam hidup saya. Keluarga saya sudah mapan. Kini adalah waktunya untuk memberikan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena itu saya yakin, di Demak, Kudus dan Jepara, saya harus bisa melakukannya, tanpa harus menjadi orang Jawa tentu saja,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya meminta agar masyarakat bisa cerdas dalam kehidupan, termasuk dalam Pemilu 2019. Saat ini ada penilian bahwa parlemen Indonesia adalah sarang para maling/koruptor.

Soal ini, masyarakat dimintanya untuk bisa cerdas menyikapinya. Bagaimana hal itu bisa terjadi, masyarakat harus mengetahuinya.

Para maling yang ada di parlemen menurutnya, disebabkan karena sejak awal ada yang salah. Setiap caleg DPR RI harus mendapatkan sedikitnya 200 ribu suara.

Akibatnya menurut dia, banyak cara jahat yang kadang ditempuh oleh para caleg untuk mendapatkannya. Misalnya saja dengan melakukan serangan fajar, politik uang.

“Serangan fajar, siapa yang tak paham? Kalau ada, terima saja tapi jangan dicoblos orangnya. Jadi ayo cegat para maling itu di luar parlemen. Jangan biarkan malingnya masuk dan bersembunyi di parlemen. Kita hadang di luar gedung Parlemen,” tegas Tamara.

Tamara sendiri mengaku sudah sejak September melakukan belusukan di desa-desa Dapilnya. Dirinya mengaku dalam sehari ketemu sedikitnya 500 orang, di empat desa.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.