Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KPU Kudus Minta Masyarakat Tolak Politik Uang

0 58

MURIANEWS.com, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus tegaskan bahaya politik uang (money politic) dalam pemilu. Penegasan ini dilakukan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangalir uang Bowo Sidik Pangarso anggota DPR RI Komisi VI yang juga Caleg DPR RI Jateng II diduga digunakan serangan fajar untuk memenangkan dalam pemilu 2019.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah saat ditemui selepas menggelar bimtek PPK di hotel @home, Sabtu (30/3/2019) mengatakan, bahwa pihaknya dengan tegas untuk menanamkan bahaya politik uang dalam pemilu.

“Yang jelas kami menekankan bahaya politik uang. Kami minta masyarakat untuk menolak politik uang,” katanya kepada awak media.

Ia mengatakan, setiap sosialisasi yang digelar KPU Kudus seslalu menyisipkan kependidikan pemilu. Apalagi, larangan politik uang sudah diatur dalam peraturan KPU. Tepatnya undang-undang nomor 7 tahun 2019 tentang pemilu.

“Kami selalu menyisipkan tentang bahaya politik uang. Untuk pengawasannya yang mengawasi adalah Bawaslu Kudus,” terangnya.

Sebelumnya, Bowo Sidik Pangarso (BSP) ditangkap oleh KPK, Kamis (28/3/2019) lalu. Politisi Golkar itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Bowo disangka menerima suap dari PT Humpus Transportasi Kimia (HTK) untuk memuluskan kerja sama pengangkutan pupuk dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, Asty Winasti yang merupakan Marketing Manager PT HTK dan Indung dari pihak swasta.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.