Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kena OTT KPK, Posko Pemenangan Bowo Sidik di Kudus Langsung Sepi

MURIANEWS.com, Kudus – Posko pemenangan calon legislatif Bowo Sidik Pangarso (BSP) di Desa Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (26/3/2019) sepi. Hal ini imbas dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap anggota Komisi VI DPR RI itu.

Apalagi pada Kamis (28/3/2019) kemarin, politisi Golkar itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Bowo disangka menerima suap dari PT Humpus Transportasi Kimia (HTK) untuk memuluskan kerja sama pengangkutan pupuk dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Dari pantauan MURIANEWS.com, posko pemenangan Bowo di Kudus itu nampak sepi. Tak ada kendaraan ataupun tim sukses. Hanya ada dua pekerja yang sedang beristirahat.

Baliho besar gambar Bowo Sidik yang berada di samping halaman rumah sudah tidak nampak lagi. Baliho itu kini tampak lusuh berada di belakang rumah. Bahkan ada stiker dan baliho yang dibuang begitu saja di halaman belakang.

Salah satu pekerja, Munawar mengatakan, rumah yang digunakan untuk posko BSP merupakan milik warga yang disewa.

“Ini posko bukan rumah kediamannya. Saya hanya pekerja. Setahu saya rumahnya Pak Daru,” ujarnya saat ditemui, Jumat (26/3/2019).

Ia mengatakan, dikediaman tersebut sebelumnya sering ramai. Banyak kendaraan roda empat terpakir di halaman rumah lantai tiga itu. Bahkan baliho bergambar caleg DPR RI juga terpajang besar di samping kanan rumah itu.

“Kemarin malam, saya disuruh Pak Daru untuk mencopot baliho Pak Bowo itu yang terpasang di sebalah rumah. Kemudian mulai kemarin di sini mulai sepi. Saya kira ya hari tenang,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPRD DPRD Kudus dari Fraksi Golkar, Mawahib enggan berkomentar banyak terkait penetapan tersangka BSP oleh KPK. “Aslinya saya no komen kok mas. Soalnya masih bersedih,” jawabnya singkat saat dihubungi wartawa.

Sebelumnya diberitakan sejumlah media, Bowo Sidik Pangarso ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, Asty Winasti yang merupakan Marketing Manager PT HTK dan Indung dari pihak swasta.

“IND diduga merupakan orangnya BSP yang menerima uang dari AWI senilai Rp 89,4 juta di kantor PT HTK yang disimpan dalam amplop coklat,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dikutip dari CNNIndonesia.

KPK mensinyalir uang tersebut bukanlah transaksi pertama. KPK akhirnya melakukan penggeledahan di sebuah lokasi di Jakarta. Di tempat itu ditemukan uang senilai Rp 8 miliar yang disimpan dalam banyak kardus.

Uang tersebut disinyalir akan digunakan untuk seranga fajar untuk memenangkan Bowo dalam Pemilu 2019. Terlebih uang tersebut telah disimpan dalam ribuan amplop dengan pecahan antara Rp 20-50 ribu.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...