Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

15 Persen Guru di Jepara Belum Sarjana

MURIANEWS.com, Jepara – Perkembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Jepara dilaporkan mengalami peningkatan. Kendatipun demikian, peningkatan tersebut diakui juga masih ada yang belum sesuai dengan harapan. Salah masalah kualifikasi guru.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi secara terbuka mengungkapkan hal ini, di hadapan anggota DPRD Jepara, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Jumat (29/03/2019). Penyampaian LKPj Bupati Jepara 2018 disampaikanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jepara.

Dikatakan Marzuqi, hingga akhir 2018 masih ada 15 persen guru di Jepara, yang belum memenuhi kualifikasi S1 atau D-IV.

Namun di luar itu, capaian kinerja Pemkab Jepara di sektor pendidikan, disebut mengalami peningkatan bagus. Untuk Angka Melek Huruf (AMH) penduduk berusia di atas 15 tahun, di Kabupaten Jepara sudah mencapai 99,52 persen.

Artinya, hanya 0,48 atau kurang dari setengah persen penduduk Jepara di atas usia 15 tahun yang masih buta aksara.

“Kemudian rata-rata lama sekolah pada akhir tahun 2018, mencapai 7,33 tahun. Sementara Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B sebesar 81,58 persen. APM tingkat SLTP ini merupakan salah satu indikator kinerja dalam menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun,” katanya.

Untuk membahas LKPj ini, DPRD Jepara langsung membentuk empat Panitia Khusus (Pansus). Pansus I akan membahas bidang penyelengaraan pemerintahan dan keuangan, pansus II bidang ekonomi, pansus III bidang kesejahteraan masyarakat, dan pansus IV membahas tugas pembantuan dan infrastruktur.

“Empat Pansus yang sudah dibentuk akan diberi waktu selama 30 hari sejak penyampaian LKPj ini,  untuk melakukan pembahasan,” ujar Praktikno, Wakil Ketua DPRD Jepara yang memimpin sidang paripurna.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...