Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nasib Museum Patiayam, Kurang Diperhatikan Hingga Pengunjung yang Kecele

0 187

MURIANEWS.com, Kudus – Museum Purbakala Patiayam meminta perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Pasalnya, selama ini pemerintah dirasa kurang peduli terhadap situs peninggalan sejarah itu.

Apalagi, situs seperti Patiayam tak banyak dijumpai di wilayah kota/kabupaten lain. Situs Purbakala Patiayam ini terletak di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Dari kota Kudus hanya 23 menit untuk sampai di lokasi. Situs purbakala ini juga tak jauh dari kota Pati. Hanya 23 menit dari Pati Bumi Mina Tani untuk sampai di Patiayam.

Sesampainya di situs, pengunjung bisa langsung parkir di depan museum. Sebab, tak ada pagar atau pintu masuk. Di sana pengunjung langsung berada di gedung utama tempat menyimpan koleksi fosil purbakala.

Para pengunjung pun, untuk memasuki situs tersebut tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, pihak museum tak mengenakan biaya atau tarif masuk. Para pengunjung bisa memasukan donasi seikhlasnya.

Petugas Museum Patiayam, Jamin mengatakan, Pemkab Kabupaten Kudus masih kurang memperhatikan situs purbakala Patiayam. Untuk itu, ia meminta supaya Pemkab Kudus lebih untuk peduli terhadap peninggalan benda bersejarah.

“Iya tak dipungkiri pemkab sudah memberikan fasilitas seperti gedung, fasilitas AC, air bersih sudah ada. Namun yang kami harapkan tak sampai itu saja. Kami juga memerlukan bagaimana peran pemkab untuk merawat dan memeliharan fosil purbakala yang ada di sini,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi kompleks situs itu terbilang masih sederhana. Untuk masuk saja, tak ada pagar atau gerbang di Museum Patiayam. Selain itu, di situs Purbakala Patiayam terdapat 12 petugas. Mereka bekerja selama 24 jam, dengan terbagi dalam beberapa shift.

“Kami buka selama 24 jam. Sambil menjaga situs karena tidak ada gerbang atau pagarnya. Sehingga kami bergantian,” jelasnya.

Padahal, menurutnya potensi wisata sejarah di Museum Patiayam terbilang besar. Setiap bulannya saja, tak kurang dari dua ribu hingga tiga ribu orang berkunjung.

“Untuk tingkat kunjungan pertahunnya di sini selalu mengalami peningkatan. Ini berkat promosi teman-teman. Meskipun pada umumnya, pengunjung kecele ketika sampai di sini. Kok hanya gini. Padahal mungkin pengunjung ini membayangkan seperti di Sangiran,” keluhnya.

Untuk itu, ia berharap lebih kepada peran pemerintah Kabupaten Kudus. Terutama dalam kepedulian terhadap tempat bersejarah seperti Situs Patiayam.

Sementara itu, untuk jumlah fosil keseluruh di Museum Purbakala Patiayam ada sebanyak 7 ribu fosil purba. Jumlah itu terdiri dari 16 spesies hewan purba. Mulai dari hewan darat hingga hewan laut.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.