MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemprov Jateng Satu-satunya Raih Predikat Sangat Baik di Evaluasi SPBE

0 69

MURIANEWS.com, Semarang – Kemenpan RB menggelar evaluasi terhadap penerapan sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2018. Dari penilaian itu, Pemprov Jateng menjadi satu-satunya pemprov yang menyabet predikat sangat baik.

Dalam evaluasi ini ada 623 instansi pemerintah yang dilakukan penilaian. Tiga domain utama menjadi fokus evaluasi, yakni kebijakan, tata kelola, dan layanan berbasis elektronik.

Dalam proses penilaian Kemenpan RB menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tujuannya untuk menjaga objektivitas dan independensi.

Penghargaan diberikan serahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Ganjar menyebut, jika penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Pemprov Jateng bermigrasi dari birokarasi konvesional menuju elektronik. Terutama, dalam menjalankan tiga fungsi, yakni melayani masyarakat, bisnis dan pemerintah yang lain.

”Dengan prestasi yang sangat baik itu mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dan nantinya migrasi kita dari birokrasi yang konvensional menuju birokrasi yang elektronik menunjukkan hasil,” katanya Jumat (29/3/2019).

Meski demikian, Ganjar mengaku tak hanya puas dengan hasil ini saja. Pihaknya akan terus menyempurnakan penerapan sistem ini.

Termasuk mendorong seluruh pemkab/pemkot di Jateng untuk menerapkan SPBE dan mengintegrasikannya. Sehingga pelayanan bisa dilakukan secara profesional dan semakin cepat.

Sosialisasi kepada masyarakat pun terus diintensifkan agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan elektronik yang diberikan.

“Di samping platform pemerintahan sendiri, kami juga menggunakan platform umum. Itulah mengapa saya mendorong seluruh akun pemerintahan yang centang biru, di media sosial apa pun sebagai media sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Pada penyerahan penghargaan itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan, perkembangan teknologi informasi belakangan ini terhitung pesat. Bahkan, setiap satu setengah tahun, teknologi informasi berkembang 100 persen. Kondisi tersebut mengubah perilaku dan kinerja pemerintahan maupun masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, komputer hanya untuk mesin tik (ketik). Tapi sekarang bisa dipakai bagaimana menjalankan pemerintahan. Dulu pegawai mau pensiun harus membawa datanya ke Jakarta. Sekarang, otomatis keluar SK-nya,” bebernya.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan skill dan sistem yang memadai, sehingga dapat digunakan untuk pelayanan publik. Bagaimana memanfaatkan sistem untuk memudahkan dan mempercepat. Dengan begitu akan mengubah sistem pemerintahan serta mendorong efisiensi. Diharapkan, melalui sistem tersebut, pelayanan bisa lebih efisien, cepat, dan terpadu. Layanan pun makin cepat dan terstandar.

“Ibu-ibu saja tidak mesti pintar memasak. Sekarang yang penting siapa yang pintar mengorder makanan. Ini salah satu bentuk perubahan perilaku,” selorohnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, evaluasi SPBE dilakukan sebagai pijakan awal untuk membangun SPBE secara nasional. Sebab, tugas ini tidak hanya bertumpu pada Tim Percepatan SPBE, melainkan perlu dukungan semua pihak.

“Ke depan, SPBE dikembangkan menuju tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, berkinerja tinggi, modern, dan akuntabel. Intinya, efisiensi keuangan yang sangat besar,” bebernya.(lhr)

 

Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.