Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

5.000 Guru Ngaji di Pati Terima Bisyaroh Bulanan dari Pemprov Jateng

MURIANEWS.com, Pati- Sebanyak 5.000 guru ngaji, pengasuh pondok Pesantren, guru Madin dan TPQ di Kabupaten Pati, akhirnya mendapatkan angin segar. Pasalnya mereka mendapatkan bisyaroh atau insentif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) setiap bulannya.

Apalagi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara langsung menyerahkan buku tabungan insentif yang ditransfer setiap triwulan sekali tersebut. Penyerahan dilakukan pada saat menghadiri acara silaturrahim para guru ngaji di Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Pati, Rabu (27/3/2019).

Ganjar mengatakan, pemberian bisyaroh itu sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap guru madrasah. Hal itu dilakukan selain sebagai bentuk penghormatan, juga agar sedikit meringankan beban para guru madrasah tersebut.

“Dulu ketika sama Gus Yasin punya niat, jika kelak terpilih memimpin Jawa Tengah, ayo bantu guru-guru ngaji. Karena perjuangan guru-guru madrasah dalam mendidik anak-anak kita sangat luar biasa. Ini penghormatan kami kepada panjenengan, semoga barokah,” katanya.

Ganjar memberikan buku tabungan bisyasoh kepada Ali Badrudin. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Pemprov Jateng di bawah kepemimpinannya memang bertekad untuk membantu guru ngaji yang hanya berpenghasilan Rp 100 ribu per bulan. Melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar, setidaknya 171.131 guru ngaji di Jateng akan mendapatkan bisyaroh Rp 100 ribu setiap bulannya.

“Insentif bagi guru ngaji ini merupakan kali pertamanya di Jateng. Kami tidak bisa memberikan banyak, tapi itu rasa cinta kami pada mereka yang kita wujudkan dengan pemberian, yang kami malu sebenarnya karena terlalu sedikit. Tapi dengan itu insyaallah ini jadi ikhtiar kita untuk memperhatikan mereka,” tandasnya.

Sementara itu, guru ngaji asal Gabus Ali Badrudin (53) mengaku sangat senang dengan pemberian bisyaroh tersebut. Apalagi, sebelumnya dia tidak menyangka akan mendapatkan hal itu, meskipun sudah terdaftar di Kemenag Pati.

Dia juga mengaku sudah mengajar ngaji selama 23 tahun. Sebagai lulusan Pondok Pesantren Sendang Senori Tuban, Jatim, dia dianggap mumpuni dalam penguasaan ilmu agama oleh tetangga-tetangganya dan diminta untuk mengajar ngaji pada 1996.

“Ini memang apresiasi dari pemerintah. Agar ustaz bisa profesional membimbing santri. Baru kali ini. Setelah Pak Ganjar berpasangan dengan Gus Yasin,” katanya.

Dia bersama 5000 guru ngaji kabupaten Pati menerima insentif sebesar Rp 1,2 juta selama satu tahun yang dibagikan per triwulan. Menurut Ali, jika dihitung uang sebesar itu memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Namun dia sama sekali tidak mempersoalkan hal itu.

“Bukan persoalan cukup atau tidak cukup. Secara matematis tidak cukup. Tapi kok masih mau memikirkan ustaz-ustazah, yang selama ini teman-teman memang diniati lillahi ta’ala. Diberi bisyaroh alhamdulillah diberi sedikit pasti berkah. Guru-guru ngaji tidak pernah menjadikan uang sebagai tujuan tapi berjuang. Semuanya tetap Alhamdulillah,” tutupnya. (lhr)

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...