Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Guru SMK di Pati Temukan Pengganti BBM dari Limbah Pisang, Punya Oktan 108 Lebih Tinggi dari Pertamax

MURIANEWS.com, Pati- Penemuan inovatif kembali disumbangkan warga Bumi Mina Tani. Kali ini, limbah pisang mampu disulap menjadi bahan bakar penggerak kendaraan bermotor.

Meski, untuk menggunakan bahan bakar alternatif ini, sepeda motor tersebut ini harus dimodifikasi terlebih dahulu.

Penemu bahan bakar dari limbah pisang ini merupakan guru SMK Taruna Bangsa Gabus, Pati, bernama Nunuk Rahayuningsih.

Uniknya lagi, pembakaran bahan bakar ini lebih efisien dan sempurna dibandingkan dengan BBM yang beredar di pasaran.

Apalagi, saat ini masyarakat dihadapkan dengan semakin menurunnya bahan bakar fosil dari perut bumi yang semakin melambung tinggi harga jualnya.

“Pembakaran dengan menggunakan bahan bakar dari limbah pisang ini lebih sempurna dibanding menggunakan bahan bakar fosil seperti bensin,” katanya, Rabu (27/3/2019).

Ia menyebut, angka oktan dari bahan bakar temuannya itu mencapai 108. Ini lebih tinggi dari Pertalite bahkan pertamax yang hanya mempunyai oktan 90 dan 92.

Nunung pun menyebut, pembuatan bahan bakar ini cenderung mudah. Selain itu hanya membutuhkan waktu empat hari saja untuk mendapatkan hasil pembakaran maksimal dengan fregmentasi dan tiga kali destilasi, hingga mendapatkan kadar aklohol sebesar 96 persen.

“Untuk memanfaatkannya sebagai bahan bakar, tentu harus mengolahnya lebih dulu. Dan sepeda motor yang akan menggunakan bahan bakar ini, harus dimodifikasi terlebih dahulu,” terangnya.

Modifikasi pada kendaraan yang diperlukan yakni power mesin harus dinaikkan dengan cara membuat head piston lebih menonjol 5 milimeter dari standar pabrikan.

Kemudian camelot di chamflash sebesar 1 milimeter. Dengan demikian kompresi perbandingannya menjadi 13:1 dari yang tadinya 9:1.

Ia meyebut, inspirasi untuk melakukan penelitian ini dilatarbelakangi, karena banyak generasi muda yang suka motor balap, namun mereka tidak bisa mengatur menaikkan power mesinnya.

“Mereka asal-asalan saja, dari situ saya ingin menemukan hal baru. Biar mereka itu ikut balap tapi tahu betul mana yang harus di-bor up dan mana yang harus dimodifikasi,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan memodifikasi komponen mesin sepeda motor, laju kecepatannya menggunakan bahan bakar limbah pisang setara dengan Kawasaki Ninja.

Hanya saja, dalam penggunaan bahan bakar dari limbah pisang ini, baru sebatas uji tekanan (kompresi) dan scanning, belum pernah uji jalan.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...