Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pakai Modus Diorbitkan Jadi Model, Pemuda Cabul di Jepara Ini Syaratkan Keperawanan Gadis

MURIANEWS.com, Jepara- Nasib apes menimpa seorang gadis kencur asal Pakis Aji, Jepara. Mimpinya untuk menjadi foto model akhirnya lenyap, setelah berurusan dengan seorang pemandu bakat gadungan.

Kini gadis yang namanya sebut saja Kembang (16) itu, bahkan harus menanggung aib karena malah dicabuli oleh si gadungan itu. Pelakunya berinisial As (19) warga Kedung Leper, Bangsri, Jepara.

Kejadian yang menimpa gadis malang itu, kini tengah ditangani Unit PPA Reskrim Polres Jepara. Kasusnya digelar oleh Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Rabu (27/03/2019).

Peristiwa tersebut disebutkan terjadi pada Rabu (13/03/2019) lalu. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap petugas Polres Jepara, belum lama ini.

Menurut AKBP Arif Budiman, kasus ini berawal dari postingan status korban di WA, yang menyebutkan tengah butuh pekerjaan. Selanjutnya pelaku menghubungi dan menawarkan pekerjaan menjadi model.

Pelaku juga menyebutkan profesi tersebut mensyaratkan status perawan bagi peminatnya. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya si korban merasa tertarik dan menyatakan setuju.

Si pemandu bakat kemudian meminta korban untuk membuktikan status keperawanannya seperti yang disyaratkan. Praktik ‘pengetesan’ dilakukan pelaku di rumahnya sendiri.

”Bagaimana caranya? Ya itu tadi, korban selanjutnya diajak berhubungan intim. Kata si pelaku, itu untuk memastikan masalah keperawanan calon modelnya. Maka kemudian terjadilah delik pencabulan tersebut,” kata kapolres.

Belum cukup sampai disitu, pelaku ternyata juga merekam saat ia melakukan ‘pengetesan’ keperawanan terhadap korban tersebut.

Rekaman video tersebut oleh pelaku akhirnya digunakan untuk mengancam korban agar mau melakukan sesi ‘pengetesan’ lagi. Korban yang awalnya takut, akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.

AS, yang akhirnya menjadi tersangka, pada kesempatan gelar perkara mengaku dirinya sehari-hari bekerja di sebuah pabrik mebeler. Tawaran model bagi korban sebenarnya hanya dalih saja untuk bisa mengajak korban berhubungan intim.

Selain itu, ia mengaku hanya sempat melakukan ‘pengetesan’ keperawanan korban hanya sekali saja.

“Hanya sekali thok (saja). Tidak benar kalau saya disebutkan mengancam dengan video, dan minta lagi. Hanya sekali saja,” akunya.

Atas perbuatannya, As akhirnya dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 760 dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E UU RI No.35 Tahun 2014. Undang-undang tersebut merupakan perubahan dari UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...