MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

6 Mahasiswa Jateng Dikirim ke Malaysia dan Thailand untuk Ngajar Bahasa Arab

0 85

MURIANEWS.com, Semarang – Sebanyak enam mahasiswa asal Jawa Tengah akan mewakili Indonesia berangkat ke Malaysia dan Thailand untuk mengajar Bahasa Arab. Mereka akan menjalankan misinya mulai 5-8 April 2019 mendatang.

Para mahasiswa asal Jateng ini tergabung dalam ttihadu Thalabah Al Lughah Al Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) atau Persatuan Mahasiswa Program Studi Bahasa Arab Seluruh Indonesia. Perwakilan Jateng itu akan bertolak ke negara tetangga bersama 14 mahasiswa Bahasa Arab lainnya dari berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Enam mahasiswa ini berasal dari IAIN Surakarta, IAIN Kudus, UIN Walisongo Semarang, Universitas Sains Al-Quran Wonosobo, Unnes, dan IAIN Salatiga.

Sebelum berangkat, mereka meminta restu kepada Waki Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Kepada Taj Yasin ia menjelaskan, selain mengajar para mahasiswa ini juga akan melakukan studi banding ke beberapa perguruan tinggi di dua negara itu.

Ahmad Nurkhalim, Ketua ITHLA Jateng dan DIY mengatakan, mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini telah menjalani seleksi secara ketat. Menurut dia, program ini digelar sebagai upaya menjadikan Bahasa Arab sebagai salah satu elemen kemajuan negara.

”Kami berkontribusi dalam Bahasa Arab, terlebih saat ini banyak kasus-kasus di masyarakat yang menyalahgunakan teks-teks Bahasa Arab maupun konteks-konteks persoalan Bahasa Arab. Bahkan ada yang mengatakan ayat jihad dan sebagainya, termasuk terorisme dan lainnya,” katanya.

Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran Wonosobo itu, berharap organisasi mahasiswa yang berkonsentrasi di bidang Bahasa Arab itu, dapat berkontribusi kepada pemerintah guna menyikapi beragam permasalahan terkait penyalahgunaan teks-teks Bahasa Arab.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi program kerja sama bilateral bidang pendidikan tersebut. Terlebih Indonesia merupakan negara yang diakui pemahaman Bahasa Arab dan Al Qurannya, sehingga ini harus terus dipertahankan.

“Sejak sekitar 2013 -2014 sudah ada pengakuan para ulama dari berbagai penjuru dunia, yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang paham Alquran,” katanya.

Ia juga menganggap, tujuan dari program ini juga untuk memperkuat hubungan kerja sama antarnegara melalui Bahasa Arab.

 

Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.