Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Tanda-Tanda Gangguan Kejiwaan yang Bisa Menyerang Caleg Gagal

MURIANEWS.com, Jepara- Pada Pemilu 2019 nanti, di Wilayah Kabupaten Jepara setidaknya ada 545 orang calon legeslatif (caleg) yang bertarung. Jumlah itu didasarkan pada Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah ditetapkan oleh KPU Jepara.

Mereka akan bertarung memperebutkan 50 kursi DPRD Jepara. Di luar itu masih ada juga caleg yang bertarung di DPRD tingkat provinsi dan DPR RI.

Perbandingan jumlah kursi tersedia di DPRD Jepara dan caleg yang ada, jelas sudah menggambarkan betapa persaingan akan berlangsung ketat. Segala daya upaya yang sudah dilakukan para caleg selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, akan ditentukan dalam sehari pada 17 April 2019.

Mereka yang sudah berdaya upaya namun tidak terpilih, bisa saja akan menghadapi risiko serangan gangguan kejiwaan. RSUD Kartini Jepara sendiri sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk kemungkinan banyaknya caleg gagal yang mengalami risiko ini.

Selain menyiapkan ruangan khusus dan dokter spesilis kejiwaan, RSUD Kartini juga membuka program konseling untuk para caleg gagal.

Satu dari 3 dokter yang disiapkan RSUD Kartini Jepara adalah dr. Tini Sri Padmoningsih, SP.Kj. Dokter spesialis kejiwaan ini menyebut, ada perbedaan soal gangguan kejiwaan yang terjadi pada pasien gangguan kejiwaan akibat psikotis, dengan gangguan kejiwaan yang terjadi pada para caleg gagal.

Para caleg gagal biasanya menghadapi gangguan kejiwaan karena mengalami depresi. Tanda-tanda awalnya, biasanya mereka yang gagal dalam pemilu mengalami panic attack atau serangan kepanikan yang berlebihan.

Seseorang ini merasa sangat tertekan, karena apa yang sangat diharapkannya ternyata tidak terwujud. Inilah awal dari depresi yang muncul.

Baca: RSUD Kartini Jepara Siapkan Ruangan VIP Khusus Tampung Caleg Stres

Selanjutnya dari tekanan atau depresi tersebut, biasanya berlanjut dengan kondisi semakin tertekan jiwanya. Dampaknya, seseorang yang mengalaminya akan mengalami gangguan susah tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali.

Bila sudah mengalami gejala-gejala seperti ini, maka disarankan untuk secepatnya berkonseling dengan ahli kejiwaan.

“Tanda-tanda gangguan kejiwaan muncul di antaranya mengalami kepanikan berlebihan dan akhirnya tidak bisa tidur. Kalau sudah mengalami hal semacam ini, maka lebih cepat lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan ahli jiwa,” katanya, Selasa (26/03/2019).

Dari hasil konseling atau konsultasi tersebut, nantinya akan bisa didapatkan kesimpulan apa penanganan yang bisa dilakukan.

Bisa saja hanya dilakukan rawat jalan, atau malah harus menjalani perawatan inap secara intensif. Jika keliru penangananya, bisa saja gangguan kejiwaan yang terjadi bisa bertambah parah.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...