Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perubahan Musim Seperti Ini Dinilai Paling Rawan DBD, Warga Pati Harus Lebih Waspada

MURIANEWS.com, Pati- Memasuki perubahan musim tahun ini, warga Kabupaten Pati diminta waspada terhdap wabah demam berdarah dangue (DBD). Mengingat nyamuk pembawa penyakit tersebut, mudah berkembang biak pada musim seperti ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Edi Siswanto mengatakan, meskipun sudah jarang terjadi hujan, tetapi musim seperti ini patut diwaspadai. Apalagi bagi warga yang mempunyai penampungan air, harus sering diperiksa.

“Justru saat pergantian musim seperti ini, nyamuk cepat sekali berkembang. Dari banyaknya nyamuk itu, ada yang membawa virus DBD, sehingga apabila kita tidak hati-hati, nanti malah keserang,” katanya, Senin (25/3/2019).

Ia membeberkan, selama Januari hingga Februari 2019 lalu, ada 294 warga yang menderita demam dangue. Namun setelah dicek di laboratorium puskesmas dan rumah sakit, yang positif DBD ada 60 orang.

Ia juga memastikan, warga yang terserang DBD hanya sediikit. Mereka yang sudah sembuh, juga diminta untuk menjaga ketahanan tubuh, karena termasuk dalam kategori rentan.

“Tak dapat dipungkiri, itu karena masih minimnya pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di setiap wilayah. Untuk itu, pemkab telah memberikan instruksi setiap kecamatan supaya lebih menggiatkan lagi program PSN. Sehingga semua desa harus PSN secara mandiri yang didampingi petugas,” ujarnya.

Selain itu, langkah yang juga efektif dilakukan adalah dengan cara menguras, menutup, dan mengubur atau lebih dikenal 3M. Ini supaya tidak ada air menggenang yang digunakan nyamuk berkembang biak.

“Yang penting, mari kita bersama-sama membudayakan kesadaran hidup sehat, mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan sekitar. Bersihkan secara berkala bak mandi atau penampungan air yang sering menjadi petkembangbiyakan nyamuk,” tandasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...