Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lintas Generasi, Penampilan Terbang Papat di Menara Kudus Pukau Penonton

MURIANEWS.com, Kudus – Kelompok terbang kuno ikut memeriahkan acara pagelaran Terbang Kolosal dalam rangka Ta’sis (ulang tahun) Menara Kudus. Acara yang menampilkan terbang papat itu digelar di panggung utama depan Menara Kudus, Minggu (24/3/2019) malam. Bahkan, penabuh terbang papat diikuti dari generasi muda hingga generasi tua.

Pada terbang kolosan tersebut, terbang papat menampilkan sebanyak 19 grup. Mereka tampil serentak dan menambuh bersama. Hal ini membuat ratusan santri yang hadir takjub melihat penampilan terbang papat ini.

Tujuh lagu dilantukan di acara tersebut. Yakni lagu-lagu yang ada dalam teks syair-syair kitab al Barzanji.  Dalam kesempatan tersebut juga diselingi dengan teatrikal dan lantunan mocopat karya Sunan Kudus. Macapat yang berjudul Mas Kumambang dibacakan oleh Ki Dalang Sulardi dari kelompok Permadani.

Salah satu panitia, Sukron mengatakan, 19 grup terbang mayoritas berasal dari Kabupaten Kudus. Ada 13 desa di sekitar Menara yang ikut dalam perayaan terbangan tersebut. Yakni desa Kauman, Langgardalem 3 grup, Demaan 2 grup, Demangan, Sunggingan 3 grup, Pasuruan, Singocandi, Peganjaran, Prambatan Lor, Panjunan Kulon, Purwosari 2 Grup, Janggalan dan satu dari Tritis Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

“Di antara peserta yang tampil, usia termuda itu anak usia 11 tahun dan yang paling tua adalah bapak usia 75 tahun. Penampilan terbangan secara serentak ini berlangsung tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga pukul 23.00,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan penerbang ini diikuti dari generasi muda hingga generasi tua.  Penerbang termuda bernama Yusuf Setiawan berasal dari Sunggingan. Sedangkan yang paling tua adalah Rahmat Hidayat 75 tahun berasal dari desa Panjunan Kulon.

“Total peserta yang bakal tampil adalah 105 orang yang terdiri dari 19 penabuh jidur,  76 penabuh terbang dan sisanya bagian vokal,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya ada ciri khas tersendiri tabuhan yang dihasilkan terbang papat tersebut. Sebab, terbang papat di Menara Kudus memiliki standart nada sendiri untuk menabuh rebana.

“Ini semunya bisa serempak. Uniknya juga punya nada khusus kalau di Menara Kudus ini,” ujarnya.

Sementara itu salah satu santri Adiitya mengaku terkesima melihat pertunjukan terbang papat terseebut. Apalagi, ada sebanyak 19 grup itu tampil secara serempak. Terlebih ada nada yang khas yang dihasilkan dari terbang papat itu.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...