Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tamzil Larang Ada Keramba Ikan di Waduk Logung

MURIANEWS.com, Kudus – Pemanfaatan Bendungan Logung diharapkan tidak melupakan masalah kelestarian lingkungan, baik di bendungan logung maupun sekitarnya. Pasalnya bendungan yang baru rampung akhir tahun lalu tersebut sangat dibutuhkan untuk mengatasi banjir di beberapa daerah di Kabupaten Kudus.

Beberapa larangan dan himbauan pun mulai diserukan berbagai pihak. Salah satunya dari Bupati Kudus, HM Tamzil. Dirinya berharap tak ada keramba ikan yang dibangun di Logung. Sedimentasi akan terjadi jika keramba masih nekat di bangun.

“Jangan, nanti sedimentasi akan terjadi,” ujarnya.

Tamzil mencontohkan kejadian yang ada di Danau Rawapening. Sedimentasi di sana sangat tinggi, mengingat puluhan keramba berjejer memenuhi sudut danau tersebut.

“Di sana sangat tinggi karena keramba ikan banyak,” jelasnya.

Hanya, Tamzil tidak melarang jika ada masyarakat yang ingin memancing di Area Logung. Sebanyak 100 ribu benih ikan juga telah disebar di area bendungan.

“Silahkan pancing itu, hanya tunggu setelah besar dan di sektor waduk yang aman,” tandasnya.

Sementara, pejabat pembuat pembuat komitmen Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Zulfan Arief Mustafa menjelaskan, jika sedimentasi logung juga dipengaruhi kualitas tangkapan baguan hulu. Jika air kotor, maka mempercepat sedimentasi.

“Reboisasi pun perlu dilakukan di bagian hulu,” tandasnya.

Potensi wisata juga sedang dikembangkan pihak terkait guna menjalankan perputaran ekonomi disekitar logung. Fasilitas-fasilitas penunjang juga tengah dipersiapkan.

Camat Jekulo, Dwie Yusie Sasepti. Pihaknya menjelaskan jika Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan segera dibentuk untuk menyusun rencana kedepannya terkait hal tersebut.

“Kami juga akan bentuk BUMDES juga setelahnya,” ujar satu-satunya camat perempuan di Kota Kretek tersebut.

Untuk bocoran, pihaknya menjelaskan akan membangun obyek wisata dengan memanfaatkan keadaan alam sekitar logung. “Kami harap pemerintah daerah juga ikut membantu,” tandasnya.

Hingga kini, Area Logung masih belum boleh dimasuki masyarakat umum. Hal ini dikarenakan status Logung yang masih menjadi obyek vital. Pengamanan dan pengawasan pun terus dilaksanakan aparat terkait.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...