Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Peduli Generasi Muda, GOW Blora Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan PMS pada Ratusan Pelajar

MURIANEWS.com, Blora – Ratusan pelajar di Blora mengikuti sosialisasi yang mengupas masalah bahaya narkoba dan penyakit menular seksual (PMS). Acara yang bertempat di SMAN 2 Cepu ini diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dikoordinir oleh Tim Penggerak PKK Blora. Sosialisasi ini juga menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) setempat.

Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Blora Tuti Sri Ely Riyanto menyampaikan, sosialisasi dan penyuluhan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Kartini ke-140 tahun 2019. Menurutnya, kondisi pergaulan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu untuk memberikan sosialisasi, dan penyuluhan agar kualitas generasi muda tidak rusak akibat pengaruh narkoba dan seks bebas.

Tuti kemudian menyampaikan data yang diperoleh dalam rakor Tim Penggerak PKK di tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dimana, pergaulan pelajar di Jawa Tengah sudah masuk kategori memprihatinkan.

“Tujuh puluh persen pelajar di Jawa Tengah sudah berpacaran dan sebagian besar mereka berani berpegangan tangan hingga berciuman. Parahnya, tiga persen melakukan hubungan seks sebelum menikah. Inilah yang mengundang keprihatinan kita bersama. Jangan sampai pelajar Kabupaten Blora seperti itu,” cetusnya.

Tuti meminta kepada seluruh pelajar yang hadir untuk menghindari pergaulan seperti itu. Caranya adalah dengan mempertebal keimanan dan ketaqwaan sesuai ajaran agama masing-masing.

“Adik-adik harus pintar memilih teman, selain itu rajinlah beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar tidak mudah digoda pergaulan yang negatif,” ungkapnya.

Masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Blora juga menjadi bahasan dalam penyuluhan ini. Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora mengajak seluruh pelajar untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Jika terpaksa tidak bisa kuliah, jangan langsung menikah muda. Perempuan idealnya menikah setelah berumur 20 tahun. Setelah lulus SMA jika tidak kuliah, kami minta mengisi waktu dengan mengikuti beragam kursus keahlian sebagai bekal berwirausaha. BLK Blora siap memberikan pelatihan ketrampilan untuk adik-adik,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dindalduk KB Blora Heru Eko Wiyono meminta agar para pelajar ikut aktif dalam organisasi. Baik organisasi di sekolah maupun masyarakat.

“Anak yang terkena narkoba biasanya diawali dengan salah pergaulan, akibat kurangnya aktifitas yang positif. Jangan sampai kalian semua mencoba coba narkoba, karena sangat merugikan baik dari segi kesehatan maupun pergaulan sosial,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...