Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disdagsar Kudus Minta Pasar Tradisional Kelola Sampah Secara Mandiri

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus meminta pengelola pasar tradisional di Kudus bisa mengelola sampah secara mandiri. Tujuannya, sampah tersebut bisa diolah menjadi barang berekonomi tinggi dan membantu operasional pasar setempat.

Pernyataan tersebut dilontarkan Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso. Hal itupun didasarkan pada besarnya jumlah volume sampah dari 33 pasar tradisional di Kudus.

“Tiap harinya ada 5 ton sampah dari 33 pasar, itu sangat potensial bila dimanfaatkan,” ujarnya.

Hingga kemarin, kajian pengelolaan sampah secara swadaya masih disiapkan. Rencana menggandeng pihak ketiga pun menjadi salah satu solusi untuk merealisasikan ide pemikiran itu.

“Sangat mungkin, kami akan menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah secara mandiri,” jelasnya.

Jika tidak ada hambatan, pihaknya akan segera menggandeng pihak ketiga tersebut. Andi mengaku sudah punya gambaran terkait siapa yang akan digandeng.

“Nanti kita koordinasikan kembali, pihak ketiga dari kalangan muda,” kata Andi.

Untuk teknis kasar, Andi menyatakan pihak pasar harus menyediakan lahan untuk penimbunan sampah. Penimbunan itulah yang dapat dijadikan pupuk butiran dan granule.

“Sampah-sampah sayuran dan kulit bawang akan semakin membuat kualitas pupuk lebih bagus,” jelasnya.

Bila sesuai rencana, kajian komprehensif soal pengelolaan sampah secara mandiri di pasar tradisional dituntaskan bulan depan. Terkait pelaksanaan sesegera mungkin dijalankan. Estimasi awal, nominal dana capai Rp 70 juta untuk pembuatan unit pengolahan sampah.

“Melalui sistem pengelolaan sampah secara mandiri, diharapkan pasar tradisional tidak lagi mempunyai persoalan buangan,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Kudus HM Tamzil mengharapakan pasar tradisional sebaiknya dibuat senyaman mungkin. Agar, para pembeli bisa betah. Pengelolaan sampah adalah pekerjaan rumah terbesar.

“Salah satu yang dianggapnya masih mengganggu yakni pengelolaan sampah,” ujar Tamzil pada MuriaNewsCom beberapa waktu lalu.

Tamzil menilai, sebagian pasar masih mempunyai persoalan pengelolaan sampah. Bagaimana cara agar sampah tidak menginap di pasar, akan jadi fokusnya. Agar, tidak menimbulkan sejumlah persoalan. Dinas terkait juga diharapkan segera ambil langkah.

“Pengelolaan sampah ini dalam upaya meningkatkan daya saing dan kenyamanan pasar tradisional,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...