Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gotong Royong Diminta Digalakkan Kembali di Pati 

MuriaNewsCom, Pati- Budaya gotong royong dalam masyarakat, saat ini tengah mengalami stagnasi. Bahkan, sudah banyak desa yang mulai kehilangan budaya apik tersebut. Sehingga, muncul rasa individualistik yang pada akhirnya akan menutup rasa kebersamaan.

Semakin terkisisnya budaya gotong royong itu, setidaknya harus ditekan sedemikian rupa, agar warisan leluhur tetap terjaga dan menjadi inspirasi warga dunia.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Muhtar saat menymbut tim penilai desa gotong royong dari Provinsi Jawa Tengah di Desa Margirejo, Pati, Kamis (21/3/2019).

“Masuknya tiga besar Desa Margorejo dalam penilaian desa gotong royong se-Jateng, harus menjadi contoh bagi desa lainnya. Sebab, itu adalah tradisi yang sangat baik dan sangat membantu terwujudnya kebersamaan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut, gotong royong adalah budaya khas Nusantara yang patut dilestarikan. Bagaimana kebersamaan itu bisa terwujud, rasa saling membantu mulai tumbuh dan kerukunan dapat berkembang dengan baik.

Namun, lanjutnya, apabila semangat gotong royong itu hilang, kebersamaan juga sirna. Tak ada lagi tolong menolong, yang ada hanya mengurusi kepentingan pribadi.

“Untuk itu, ini adalah momentum tepat untuk kembali menghidupkan semangat gotong-royong. Tidak hanya untuk warga Desa Margorejo, tetapi semua warga Kabupaten Pati,” ujarnya.

Baca: Desa Margorejo Masuk 3 Besar Terbaik Program Gotong Royong di Jateng

Bahkan dirinya menekankan, spirit gotong royong memang harus dimulai dari diri sendiri yang kemudian akan mewabah. Akan lebih baik apabila hal itu menjadi program desa yang secara rutin dilakukan.

“Masing-masing desa bisa membuat rencana kerja semacam itu. Nantinya, masyarakat diajak bersama-sama untuk saling membantu, entah itu membersihkan gorong-gorong, membuat parit atau bersih desa,” tandasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...