MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aturan Knalpot Bikin Perajin Knalpot Racing Purbalingga Bingung, Pemprov Beri Pendampingan

0 448

MuriaNewsCom, Semarang- Aturan standar knalpot yang dikeluarkan pemerintah membuat para perajin knalpot dari Purbalingga kebingungan. Pasalnya, mereka mengaku sulit untuk menentukan batas kelayakan standar sebuah knalpot modifikasi, apalagi knalpot racing yang khas dengan suara gaharnya.

Di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah diatur tentang penggunaan knalpot kendaraan. Aturan yang kemudian diturunkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009 itu membatasi tingkat kebisingan untuk motor 80cc hingga 175cc maksimal 80 desibel. Sementara untuk motor di atas 175 cc maksimal kebisingan knalpot adalah 83 desibel.

Namun aturan ini jarang dipahami, sehingga produk dari perajin knalpot dari Purbalingga sering ditilang.

Padahal produk knalpor racing dari Purbalingga juga sudah diekspor ke sejumlah negara baik di Asia maupun Eropa. Bahkan pernah menjalin kerja sama dengab Mercedez Benz.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga mengaku sering mendapat dari para perajin tentang batasan dan standardisasi knalpot agar tidak melanggar aturan lalu lintas di jalan raya.

“Saya disambati, mereka mengatakan kami memodifikasi ini batasannya apa agar sesuai dengan peraturan yang ada. Dinas Perindustrian dan pihak kepolisian harus duduk bersama, ini karya yang harus dilindungi karena ini potensi. Polisi saya minta mendampingi,” kata Ganjar.

Ganjar juga menerangkan jika knalpot racing buatan warga Purbalingga sudah banyak dikenal di dunia. Sehingga ini merupakan potensi yang kuat, yang harus didampingi agar terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, Arif Sambodo mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar koordinasi dengan pihak kepolisian terkait keluhan yang dihadapi oleh para perajin tersebut.

“Kami sudah komunikasi dengan dinas (Dishub) dan instansi terkait (Polda). Kami akan lakukan pendampingan kepada perajin terkait aturan-aturan yang ada,” kata Arif, Kamis (21/3/2019).

Arif menerangkan, memang ada aturan berapa desibel suara kebisingan knalpot kendaraan. Aturan-aturan itu harus ditaati karena jika tidak, maka akan melanggar aturan berlalu lintas.

“Memang ukuran kerasnya itu ada, selama ini perajin mungkin belum paham. Nanti akan kami lakukan pendampingan dengan harapan produk yang dihasilkan semakin baik dan sesuai standar,” paparnya.

Selain persoalan standar suara, lanjut Arif, produk knalpot Purbalingga juga harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu, pihaknya juga akan mendorong para perajin untuk memperoleh standar SNI dari lembaga terkait.

“Kalau sudah SNI kan berarti sudah diakui dan bersifat universal. Jadi akan berdampak bagus ke depan, bahkan tidak hanya memenuhi kebutuhan knalpot dalam negeri, namun juga bisa ekspor atau bekerjasama dengan pabrikan ternama,” tegasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Mutoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.