Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Replika Fosil Gajah Purba di Blora Dijadikan Wahana Wisata Edukasi

MuriaNewsCom, Blora – Replika fosil gajah purba yang dipajang di kawasan Alun-alun Blora akan dijadikan sebagai wahana wisata edukasi purbakala. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamudji, Rabu (20/3/2019).

Untuk mendukung program itu, lokasi yang digunakan untuk menyimpan replika gajah purba akan dibuka setiap hari. Termasuk pada hari Sabtu dan Minggu.

“Setiap hari akan dibuka, termasuk Sabtu dan Minggu. Kami persilahkan kepada warga masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk mengunjungi dan melihat dari dekat replika fosil gajah purba tersebut,” kata Slamet.

Menurutnya, sejumlah petugas akah stand by untuk membantu memberi penjelasan terkait temuan fosil gajah dan sejarah kepurbakalaan di Kabupaten Blora. Dengan demikian, para pengunjung akan memiliki tambahan ilmu pengetahuan tentang sejarah kepurbakalaan di Blora.

“Para pengunjung boleh membuat dokumentasi atau swa foto. Bagi anak-anak TK/SD, ini akan menjadi pengalaman yang baik dan tidak bisa dilupakan,” katanya.

Sekadar diketahui, fosil gajah purba itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, pada bulan Maret tahun 2009 silam. Sejak adanya penemuan itu, daerah Blora kini menjadi salah satu tujuan obyek riset para arkeolog, peneliti purbakala dari berbagai universitas dalam maupun luar negeri.

Hasil ekskavasi (penggalian) pada tahun 2009 tersebut merupakan salah satu penemuan yang cukup spektakuler. Sebab, fosil gajah purba Elephas Hysudrindicus yang diperkirakan hidup sekitar 800 ribu sampai 200 ribu tahun yang lalu itu ditemukan dalam kondisi hampir mencapai 90 persen atau nyaris utuh. Gajah ini semasa hidupnya diperkirakan setinggi 5 meter dan berbobot sekitar 8 ton.

Saat ini, fosil gajah purba yang asli disimpan di Museum Geologi Bandung. Sedangkan replikanya dipajang di dalam gedung di kawasan Alun-alun Blora. Meskipun hanya berupa replika, namun mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan warga untuk menyaksikan langsung sisa jaman pra sejarah.

Selain wisata edukasi replika fosil gajah purba, di kawasan Alun-alun Blora juga ada wisata religi makam Sunan Pojok. Termasuk keberadaan masjid agung Baitunnur.

“Kami imbau, khususnya generasi mellinial untuk lebih mengenal sejarah dan budaya Blora. Silahkan di eksplore yang baik melalui sosial media,” imbuh Slamet.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...