Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ribuan Hektare Sawah di Purworejo Puso Kena Banjir, Pemprov Siapkan Asuransi dan Bibit Gratis

0 59

MuriaNewsCom, Semarang- Banjir yang melanda Kabupaten Purworejo, awal pekan ini tak hanya menggenangi pemukiman warga belasan desa di empat kecamatan. Tetapi juga menggenai areal persawahan di kabupaten tersebut.

Tercatat 1.874 hektare lahan padi rusak setelah tergenang banjir. Padahal tanaman padi tersebut sudah berusia sekitar 75 hari dan sebentar lagi siap dipanen.

Menanggapi kondisi ini Pemprov Jateng memastikan akan memberikan bantuan bibit gratis kepada petani. Sekda Jateng Sri Puryono menyatakan, pemerintah tak akan tinggal diam melihat dampak bencana ini.

Ia menyebut, beberapa upaya telah dilakukan Pemprov Jateng untuk mengatasi bencana tersebut. Di antaranya pemberian bantuan logistik, pendirian posko evakuasi maupun kesehatan dan juga dapur umum.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak untuk penanganan tanggul yang jebol,” katanya, Rabu (20/3/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo untuk melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan. Data itu nantinya dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan.

“Dari data yang saya dapat, banjir kemarin merendam ribuan hektare tanaman padi di delapan Kecamatan. Usia padi rata-rata di atas 75 hari setelah tanam sampai menjelang panen,” katanya.

Kondisi lahan padi yang terdampak banjir beragam. Ada padi yang hanyut karena derasnya banjir seluas 7,5 hektare, ada pula yang roboh sampai 2,5 hektare.

Baca: Banjir Besar Terjang Purworejo, Evakuasi Warga Libatkan SAR dari 3 Daerah

Dia menerangkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut. Untuk tanaman padi yang gagal panen atau puso, Pemprov Jateng sudah menyiapkan asuransi baik asuransi yang ditanggung oleh APBD maupun APBN.

“Semua sudah kami siapkan, alokasinya sudah ada, tinggal mengajukan. Nantinya para petani yang mengalami puso akan mendapat asuransi sebesar Rp 6 juta,” terangnya.

Dia menyebutkan, untuk alokasi dana asuransi, Pemprov Jateng sudah menyiapkan anggaran untuk membayar polis asuransi sumber APBD provinsi itu berjumlah 7.761 hektare. Sedangkan untuk polis Asuransi dari APBN, sebanyak 155 hektare.

”Kalau asuransi sumber APBD, semua polis asuransi yang menanggung pemerintah, namun kalau yang bersumber dari APBN, petani masih harus membayar polis asuransi sebesar Rp 36 ribu,” paparnya.

Selain asuransi, lanjut dia, pemerintah juga menyediakan bantuan bibit gratis, baik melalui cadangan benih nasional maupun bantuan benih dari pemerintah daerah.

“Ini prosesnya cepat, tinggal teman-teman dari Kabupaten mendata dan mengajukan maka akan langsung turun bantuan ini,” kata dia.

Pihaknya juga melakukan perbaikan irigasi yang rusak akibat banjir di Purworejo itu. Bantuan perbaikan irigasi dilakukan di beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Pituruh, Bayan dan lainnya.

“Perbaikan saluran irigasi tersebut agar nantinya kegiatan pertanian akan kembali berjalan normal,” pungkasnya.(lhr)

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.