Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Menggunung Berbulan-bulan, Sampah Pasar Prapat Mejobo Dikeluhkan Pedagang

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah geger karena pengundian yang tidak sesuai harapan, serta penempatan sesuai zonasi ditolak oleh pedagang Pasar Prapat kemarin (19/3/2019), kini ganti sampah yang dikeluhkan oleh pedagang pasar tersebut.

Ini lantaran, sampah di pasar yang berada di Kecamatan Mejobo ini sudah menggunung. Meski lokasinya berada di belakang pasar, namun bau busuk mulai menyengat. Apalagi lokasi bak sampah berdekatan dengan lapak pedagang.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sampah hampir memenuhi bak penampungan yang tingginya mencapai 5 meter. Belatung pun ada di setiap sudut lapak yang berdekatan dengan tumpukan. Bahkan, bau menyengat sudah tercium dari kejauhan.

“Itu sudah dibiarkan berbulan-bulan. Tidak ada petugas yang mengambil,” ujar Kasmunah (60) salah satu pedagang di pasar tersebut.

Padahal, Kasmunah tiap harinya berjualan makanan jadi. Keberadaan sampah yang menggunung di sebelah lapaknya, diakui berpengaruh pada omzet yang didapat. Sehari Kasmunah paling banyak hanya mendapat pemasukan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu saja.

“Ya yang tidak terbiasa tidak mau ke sini (lapaknya). Mereka risih dan tak betah dengan bau sampahnya,” jelasnya.

Terlebih saat musim hujan, sampah bisa berbau dan belatung bisa menggeliat di sekitaran lapak-lapak pedagang. Lapak Kasmunah sendiri berjarak tiga meter dari tumpukan sampah.

“Setelah hujan baunya lebih-lebih,” terangnya.

Senada, Yati (68) yang merupakan pedagang ikan mengaku sudah tidak betah. Hanya untuk berhenti berjualan, pihaknya akan memikirkan kembali, mengingat mata pencahariannya hanya dari menjual ikan. Lapak Yati sendiri berada persis di sebelah tumpukan sampah.

“Belum lagi cari lapak susah,” ujarnya.

Baik pihaknya maupun pedagang lainnya mengharapkan sampah yang menggunung segera diangkut. Serta, ada penyelesaian jangka panjang terkait hal ini.

“Ya kalau dibersihkan beberapa minggu menggunung lagi ya sama saja. Kalau bisa terjadwal lah, setiap hari ada petugas yang datang,” terang Yati.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Andi Imam Santoso menjelaskan, pihaknya masih menyiapkan kajian pengelolaan sampah secara swadaya. Diharapkan sesegera mungkin terealisasikan.

“Sesuai prosedural kami akan atasi satu persatu masalahnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kudus HM Tamzil mengharapakan pasar tradisional sebaiknya dibuat senyaman mungkin. Agar, para pembeli bisa betah. Pengelolaan sampah adalah pekerjaan rumah terbesar.

“Salah satu yang dianggapnya masih mengganggu yakni pengelolaan sampah,” ujar Tamzil pada MuriaNewsCom beberapa waktu lalu.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...