Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Alur Sungai Juwana Buntu, Jadi Konflik Tahunan Nelayan 

MuriaNewsCom, Pati- Alur Sungai Juwana yang buntu, sering kali menjadi konflik tahunan para nelayan, terutama pada saat menjelang Lebaran. Sebab, banyak kapal yang bersandar di pinggir sungai, sehingga kapal-kapal kecil lainnya tidak bisa ke luar untuk melaut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati Rasmijan mengatakan, konflik nelayan adalah seputar penambatan kapal. Sebab, di Sungai Juwana sendiri ada ribuan kapal yang bersandar di sepanjang Sungai Juwana.

Dan itu sifanya dua lajur, yakni kanan dan kiri. Sehingga jalur untuk keluar kapal, akan tertutup.

“Hal inilah yang sering menjadi masalah. Antara nelayan kecil maupun nelayan besar sering tejadi konflik. Apalagi pada saat Lebaran, jumlah kapal yang tambat akan lebih banyak,” katanya dalam acara kunjungan Komisi V DPR RI di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (19/3/2019).

Dia juga meminta agar pemerintah memperhatikan hal tersebut. Mengingat, jumlah kapal tidak semakin berkurang, tetapi terus mengalami penambahan. Tentunya hal ini membutuhkan solusi.

Belum lagi sepanjang Sungai Juwana, setip tahunnya mengalami pendangkalan. Mutlak, kapal yang parkir akan semakin menutup lajur tengah. Hal itu juga menjadi masalah tersendiri.

“Kami mohon agar Komisi V DPR RI ini bisa mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat untuk normalisasi Sungai Juwana tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono Suratto memberikan dua solusi untuk mengurai masalah Sungai Juwana tersebut. Pertama, dengan anggaran Rp 40 miliar yang sudah dikucurkan oleh pemerintah pusat, bisa digunakan untuk mengeruk sedimentasi terlebih dahulu.

“Hal itu akan lebih mudah. Apalagi, saat ini sudah masuk lelang sehingga pengerukan itu bisa cepat dilaksanakan,” katanya.

Kemudian yang kedua, sebagaimana diuraikan untuk normalisasi Sungai Juwana sepanjang 60 kilometer itu memang membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun. Namun setidaknya dibuat sodetan terlebih dahulu.

“Untuk sodetan, akan dilakukan sepanjang 11 kilometer dengan anggaran Rp 160 miliar. Ini perlahan nantinya juga akan bisa mengurani masalah nirmalisasi tersebut,” tandasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...