MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BPN Temukan Data Pemilih Janggal di Brebes, 97 Ribu Orang Lahir 1 Juli

0 245

MuriaNewsCom, Brebes- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menemukan 17,5 juta data pemilih yang dianggap janggal. Kejanggalan dinilai lantaran banyak data pemilih yang lahir di tanggal dan bulan yang sama.

Temuan itu ternyata salah satunya berada di Kabupaten Brebes. Di kabupaten ini, BPN melaporkan ada 125.759 pemilih yang dianggap janggal. Mereka tercatat lahir di tanggal 1 Januri, 1 Juli dan 31 Desember. Selain itu juga ada yang berusia di bawah 17 tahun.

Data yang diragukan tersebut masuk dalam daftar pemilih tetap hasil perubahan (DPTHP) tahap dua. Dari DPTHP ini jumlah pemilih di Brebes tercatat sebanyak 1.528.649 orang.

Laporan tersebut langsung dilacak oleh KPU. Ketua KPU Brebes Muamar Riza Pahlevi kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan tembusan dari KPU RI mengenai data pemilih yang diduga janggal tersebut.

“Data masukan dari BPN data pemilih yang diragukan 125.759 nama. Yang paling banyak diragukan adalah data pemilih yang lagir pada 1 Juli,” katanya.

Dalam DPTHP di Kabupaten Brebes terdapat 97.680 pemililih yang tercatat lahir pada 1 Juli. Kemudian yang lahir 1 Januari ada.108 orang, 31 Desember sebanyak 15.542 orang, di bawah usia 17 tahun ada 17 orang dan di atas umur 90 tahun ada 1.412 orang.

“Data ini merupakan hasil masukkan dari BPN paslon 02. Semuanya ada 125.759 pemilih yang diragukan datanya,” kata Riza.

KPU Brebes menurutnya, langsung melakukan verifikasi ulang terhadap ratusan ribu nama tersebut. Verifikasi ulang dilakukan dengan mendatangi langsung rumah para pemilih menggunakan sistem sample di beberapa tempat. Di antaranya, di Kecamatan Ketanggungan, Tanjung, Kersana, Jatibarang dan Songgom.

Dari hasil verifikasi ulang, pihaknya memastikan jika semua yang terdata sudah sesuai. Pihaknya memastikan semua data tersebut valid.

Termasuk pemilih yang berusia di bawah 17 tahun diketahui sudah menikah, dan pemilih berumur di atas 90 tahun disebutkan semunya masih hidup.

Diterangkan lebih lanjut, munculnya data pemilih yang lahir pada tanggal 1 Januari, 1 Juli, 31 Desember dalam jumlah banyak, dikarenakan saat membuat akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mereka lupa tanggal dan bulan lahirnya.

Sehingga, berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), data kelahiran mereka dicatat pada tanggal tanggal tersebut.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arief Fakhrulloh juga mengamini hal ini.

Dikutip dari Republika, Kemendagri sudah memiliki aturan baku terkait penulisan penduduk yang lupa dengan tanggal lahir mereka. Hal ini sesuai dengan Peraturan Mendagri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2010.

”Kalau orang yang tidak ingat tanggal lahirnya, tetapi ingat bulannya, itu ditulis tanggal 15 (kemudian bulannya sesuai bulan yang diingat mereka). Kemudian, kalau dia tidak ingat tanggal lahir dan bulan lahirnya itu ditulis 1 Juli,” jelas Zudan.

Sementara jika ada warga yang tanggal lahirnya ditulis pada 31 Desember, maka hal itu masih mengikuti format awal penulisan data kependudukan.

“Dulu awal-awalnya ketika sistem administrasi kependudukan Indonesia dibangun, itu kalau orang lupa tanggal dan bulan lahir, itu ditulis 31 Desember,” tutur Zudan.

Dia pun mengakui, bahwa dalam database kependudukan, ada banyak sekali pemilih yang tanggal lahirnya ditulis pada 1 Juli. Meski demikian, dirinya tidak bisa memastikan apakah hal itu sama dengan jumlah 17,5 juta sebagaimana yang disampaikan oleh BPN Prabowo-Sandiaga.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.