MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dinilai Tak Efektif, Eskalator Pasar Kliwon Dibiarkan Rusak

0 110

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus beberapa bulan terakhir membiarkan eskalator di Pasar Kliwon rusak. Mereka bahkan menghentikan perwatan dan perbaikan eskalator di pasar grosir terbesar di eks-Karesidenan Pati tersebut.

Langkah itu dilakukan lantaran perawatan dinilai akan sia-sia. Apalagi, kegunaan eskalator tersebut melebihi batas. Eskalator yang seharusnya digunakan untuk pengunjung juga digunakan untuk angkut barang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Andi Imam Santosa kepada MuriaNewsCom, Senin (18/3/2019). Atas dasar itu, pihaknya tidak mau terus menerus menghambur-hamburkan anggaran.

“Kalau kita perbaiki, eskalator itu paling bisa difungsikan sebulan. Setelah itu mati lagi tiga bulan karena kegunaannya di luar kewajaran,” katanya.

Padahal, lanjutnya, anggaran yang disiapkan untuk perawatan Pasar Kliwon mencapai Rp 80 juta. Sementara, perawatan eskalator nominalnya sangat besar dan melebihi anggaran yang diberikan.

“Tiap perawatan dan memanggil pihak eskalator saja Rp 8 juta. Belum lagi kalau ada perbaikan dan penggantian komponen. Habisnya sangat banyak. Daripada untuk eskalator lebih baik kita gunakan untuk yang lain,” terangnya.

Eskalator Pasar Kliwon sejatinya memang diperuntukkan para pengunjung pasar. Namun di lapangan, kebanyakan digunakan para jasa angkut barang di Kliwon. Akibatnya eskalator kelebihan muatan dan cepat rusak.

“Eskalator yang seperti ini tidak akan kuat, beda kalau eskalator barang,” jelasnya saat ditemui di kantornya pagi tadi (18/3/2019)

Untuk tindakan kedepannya, pihaknya belum bisa memastikan. Masih ada kemungkinan untuk diperbaiki, namun tidak menutup kemungkinan akan dibongkar.

“Untuk eskalator barang biasanya lebih landai, sedangkan di kliwon kemiringan ada di angka 45 derajat,” tandasnya.

Sementara itu, Ikman, salah satu pengunjung pasar mengaku sudah terbiasa dengan eskalator Pasar Kliwon yang mati. Pria asal Pati tersebut berharap dinas terkait bisa segera memperbaiki.

“Kasian ibu-ibu yang sudah berumur. Kalau bisa diperbaiki lah,” jelasnya.

Senada, Nikmah, warga kecamatan Dawe, Kudus mengaku juga sudah tidak merisaukan lagi eskalator yang rusak. Ada maupun tidak ada eskalator baginya tidak terlalu masalah.

“Sejak ada saya baru merasakan beberapa kali,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, lima eskalator di Pasar Kliwon yang dibangun 2013 lalu, sudah lama tidak berfungsi. Kondisinya pun bisa dikatakan memprihatinkan. Di beberapa lokasi, kaca eskalator didapati  pecah. Para pengunjung mau tak mau menggunakannya sebagai tangga manual.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.