Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

4 Warga Asing Dideportasi dari Wilayah Kantor Imigrasi Pati

0 176

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati mendeportasi empat warga negara asing (WNA) karena menyalahi izin tinggal. Selain itu, tiga warga asing harus membayar denda karena overstay.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati Surjono melalui Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Earias Wirawan mengatakan, penindakan terhadap tujuh WNA itu terhitung sejak Januari hingga Maret 2019.

Ia menyebut, penindakan itu merupakan hasil pengawasan yang dilakukan di wilayah Pati, Rembang, Jepara, dan Blora. Hasilnya, Kantor Imigrasi melakukan penindakan administratif terhadap tujuh WNA dari beberapa negara.

Dari tujuh WNA itu, empat WNA melakukan penyalahgunaan izin tinggal dan langsung dideportasi. Dua di antara WNA dikenakan deportasi disertai usulan penangkalan. Sedangkan dua lainnya dideportasi tanpa usulan penangkalan.

“Sedangkan tiga WNA lainnya dikenakan kewajiban membayar biaya denda karena overstay,” jelasnya, Senin (18/3/2019).

Ia mengatakan, WNA rata-rata melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Mereka menggunakan izin wisata namun pada kenyataanya digunakan untuk bekerja.

“Seharusnya para WNA itu menggunakan izin tinggal terbatas untuk kerja. Namun justru memakai izin tinggal kunjungan yang seharusnya hanya digunakan untuk wisata dan sosial budaya,” katanya.

Lebih lanjut, WNA paling banyak melakukan pelanggaran merupakan WNA yang berdomisili di Jepara. Hal ini karena di daerah ini terdapat banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing. Sebagian besar bekerja di perusahaan mebel Jepara.

“Meskipun demikian, jumlah WNA yang dideportai menurun. Penurunan pelanggaran tersebut karena informasi dan sosialisasi tentang pelanggaran yang dapat diantisipasi oleh WNA sehingga tidak dideportasi,” terangnya.

Pihaknya mencatat, selama tahun 2018 ada 22 WNA yang dideportasi. Jumlah itu menurun dibanding kasus deportasi 2017 lalu yang tercatat sebanyak 36 WNA.

 

Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.