MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tommy Soeharto Sebut Biogas Bisa Jadi Solusi Efektif Kemandirian Energi

0 19

MuriaNewsCom, Semarang- Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommu Soeharto) menilai, masyarakat bisa dilibatkan dalam menangani masalah energi yang semakin parah. Salah satu solusi sederhana namun cukup efektif menurut dia, yakni pemanfaatan biogas untuk pemenuhan energi keluarga.

Apalagi menurut dia, pemerintah sudah cukup kewalahan memberikan subsidi elpiji. Nilai yang dikeluarkan pemerintah pun cukup besar mencapai Rp 24 triliun.

“Belum subsidi minyak tanah yang mencapai Rp 18 triliun, dan subsidi pupuk Rp 12 trilin,” kata Tommy, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Ketika menyambut putra-putri transmigran di Saung Berkarya di Hambalang, Bogor, dalam rangkaian Musyawarah Nasional ke-IV Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (Patri), Tommy pun mengungkapkan hal yang sama.

Tommy menyebut, Saung Berkarya merupakan wujud kepedulian Partai Berkarya terhadap persoalan pemenuhan pangan dan energi masyarakat. Saung itu terbuka untuk memberikan keahlian dan kecakapan dalam pertanian, peternakan dan biogas untuk masyarakat yang berminat dan membutuhkan.

Penanggung jawab Saung Berkarya, Dr Sri Wahyuni juga mengatakan, dengan kondisi saat ini warga bisa ikut membantu pemerintah dengan cara sederhana namun efektif. Yakni dengan memanfaatkan biogas.

Sri menjelaskan, program Kemandirian Pangan dan Energi tersebut berintikan pertanian terpadu. Secara sederhana, dalam skala kecil masyarakat akan didorong untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi mereka sendiri.

“Jadi, kita berpikir sebaiknya setiap desa itu memiliki dan menonjolkan kekhasan mereka sendiri. Ada desa yang kuat dalam peternakan ayam, dalam budi daya cabai, budi daya tomat, semua harus didorong. Desa cabai, misalnya, harus mampu memproduksi sampai semacam bon cabe, desa yang kuat tomat harus bisa memproduksi saus tomat sendiri,” kata Sri.

Berkombinasi dengan peternakan, kotoran ternaknya itulah yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk membuat biogas sebagai upaya memenuhi energi.

“Di desa-desa transmigrasi yang terpencil, dimana minyak tanah dan LPG susah, kemampuan membuat dan memanfaatkan biogas akan sangat membantu,” kata Sri menambahkan.

Saat ini, kata Sri yang juga anggota Dewan Pakar Partai Berkarya itu, pihaknya sudah memiliki proyek percontohan di Sentani, Papua. “Kami akan segera mencobakannya di Nagere, di Merauke, di Kerom, lalu Jayapura, dan beberapa tempat lain di Papua,” kata Sri.

Kawasan Indonesia Timur, NTT, Kalimantan Barat, menjadi ajang uji coba partai dalam pengembangan biogas, selain di beberapa wilayah di Jawa.

Perkembangan positif lainnya, Berkarya tengah pula mencoba pembuatan biogas dari rumah tangga, yakni limbah keluarga. Hal itu tengah dicoba di beberapa pesantren di Jawa Tengah dan Banten.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan membangun sarana pembuatan biogas dari limbah keluarga ini di Pesantren Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.