MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mbak Tutut Ajak Keluarga Transmigran Majukan Bangsa

0 25

MuriaNewsCom, Semarang-  Putri Presiden Soherto, Siti Hardijanti Rukmana memastikan akan terus mendampingi dan membina para keluarga transmigran. Terlebih program yang mulai digelorakan sejak Orde Baru itu dianggapnya telah mampu menyejahterakan rakyat dan meratakan pembangunan hingga ke luar Jawa.

Mbak Tutut panggilan karib Hardijanti Rukmana menyebut jika keluarga transmigran punya potensi yang kuat untuk ikut andil memajukan bangsa.

“Saya akan mendampingi para transmigran memajukan bangsa ini,” kata Mbak Tutut dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Hal ini juga dikatakan Tutut saat membuka Musyawarah Nasional IV Persatuan Anak Transmigrasi RI (Patri) di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 12-14 Maret 2019. Patri sendirikan didirikan tahun 2004 sebagai wadah pemikiran, pandangan, pembinaan, dan pengembangan sumber daya manusia, mitra pemerintah dalam pembangunan bidang ketransmigrasian.

Tutut menyebut, data dari Voice of America, program transmigrasi yang terjadi selama era Presiden Soeharto telah mengubah wajah Indonesia. Sampai 1984, sekitar 2,5 juta penduduk menjadi transmigran dan terus bertambah sampai tahun terakhir Orde Baru.

Data sensus 2010 menunjukan, terdapat 15,5 juta transmigran di Sumatera. Sebanyak 4,5 juta lainnya tersebar di Kalimantan dan Papua. Dampak lanjutannya, transmigran berhasil mengembangkan 3,500 desa dengan berbagai infrastruktur, dan 30 desa itu mengalami perkembangan pesat menjadi kabupaten/kota.

“Transmigrasi itu meningkatkan harapan. Karena membuat para transmigran memiliki tanah yang cukup untuk diolah guna menghidupi keluarga dan mencapai kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, program transmigrasi tak hanya memperluas kemajuan, melainkan juga merekat persatuan dan kesatuan bangsa. Selain meningkatkan taraf hidup, program tersebut juga dinilainya sebagai bentuk pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa dan memperkuat ketahanan nasional terutama transmigran perbatasan.

“Selama itu, Presiden Soeharto senantiasa memberikan perhatian serius terhadap kehidupan transmigran dengan membangun sarana pendidikan di desa-desa transmigran, dan akses bagi anak-anak transmigran untuk menempuh pendidikan tinggi. Ini terlihat dari banyaknya anak-anak transmigran gelombang pertama yang menyelesaikan pendidikan tinggi di kota besar, dan berkarier di berbagai bidang profesi,” terangnya.

Tutut bertekat akan meneruskan kerja ayahnya itu, dengan terus membina Patri . Serta memberikan pendampingan tentang apa yang harus dilakukan desa-desa transmigran menghadapi persoalan saat ini.

“Ada banyak tantangan bangsa, yakni kesenjangan kaya-miskin, kesenjangan antar-wilayah, masalah kedaulatan pangan, masalah pemenuhan energi ramah lingkungan dan masalah air layak konsumsi, yang para transmigran bisa bersama-sama berperan menghadapinya,” kata Mbak Tutut.

Salah satu yang paling memungkinkan adalah dengan bersama-sama membangun desa mandiri pangan dan energi, setidaknya di wilayah-wilayah transmigran. Program ini menurut dia, akan mampu akan mengurangi ketergantungan energi fosil secara nasional, dan mengurangi kesenjangan Jawa dan luar Jawa.

Desa transmigran yang mandiri membuat masyarakat memiliki kedaulatan pangan dan energi, dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin. “Jika ini terwujud, kemakmuran akan hadir di tanah-tanah transmigran,” kata Mbak Tutut.

Sementara itu, Ketua Umum Patri, Sugiarto Sumas menyebut jika anak-anak transmigrasi telah memanen manfaat dari program itu,

“Meski pada awalnya tentu harus melalui proses berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Namun kini keluarga anak-anak transmigran hidup berkecukupan. Ada yang berkarier di militer dan mencapai bintang dua, ada yang jadi guru besar dan bekerja di banyak sektor,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.