MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penampilan Dalang Wedok di Grobogan Bikin Kagum Ribuan Penggemar Wayang Kulit

0 151

MuriaNewsCom, GroboganPagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman Setda Grobogan berlangsung meriah, Jumat (11/8/2018) malam. Ribuan warga sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang dengan lakon Srikandi Kridha tersebut hingga tuntas.

Pagelaran wayang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Grobogan ini, banyak penonton yang sempat dibikin kaget. Mereka ini tidak menyangka jika dalang yang piawai memainkan wayang kulit tersebut ternyata seorang perempuan.

Semula, dalang yang tampil dikira s eorang pria, seperti pagelaran biasanya. Mereka ini baru tahu setelah mendekat ke panggung supaya bisa melihat atraksi dalang dengan lebih jelas.

“Lho, dalangnya ternyata wedok (perempuan). Baru kali ini saya tahu kalau ada dalang wedok. Tadi tak kira dalangnya pria. Soalnya, suaranya juga seperti dalang biasanya,” kata beberapa penonton yang ada disisi selatan panggung.

Dalang wedok yang tampil memukau penonton itu adalah Nyi Wulan Sri Panjang Mas dari Wonogiri. Meski perempuan namun penampilannya memainkan adegan wayang tidak kalah dengan dalang pria.

Pagelaran wayang makin semarak dengan hadirnya dua bintang tamu. Yakni, pelawak Garang Salatiga dan Morista.

Pagelaran wayang kulit dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono. Pembukaan ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Srikandi pada Nyi Wulan Sri Panjang Mas.

Dalam kesempatan itu, Moh Sumarsono menegaskan, hingga saat ini potensi dalang yang tergabung daam wadah Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Grobogan masih bisa ditingkatkan. Selama ini, dalang-dalang lokal itu masih mendapatkan kesempatan tampil rutin dalam ajang pentas wayang kulit di pendopo kabupaten yang digelar tiap malam Jumat Kliwon.

Ia menambahkan, sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi. Terbukti, dalam setiap pentas rutin tiap malam Jumat Kliwon di pendapa kabupaten masih ada ratusan warga yang datang menyaksikan

pagelaran wayang hingga usai.

“Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.