MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Apel Kebangsaan Dituding Pemborosan dan Kampanye Terselubung, Begini Jawaban Ganjar

0 247

MuriaNewsCom, Semarang- Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” yang digelar Pemprov Jateng, Minggu (17/3/2019) besok dituding sebagai kampanye terselubung. Tak hanya itu, even itu juga dianggap sebagai pemborosan karena dibiayai dana APBD dengan pagu anggaran mencapai Rp 18 miliar.

Tudingan itu muncul dari berbagai kelompok. Termasuk dari Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo, yang mendesak Bawaslu mengusut even ini.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wakhid juga menilai even ini sebagai pemborosan. Ia menyebut, dana sebesar itu bisa untuk membayar gaji 18 ribu guru honorer K2.

“Kegiatan Apel Kebangsaan yang akan dilaksanakan 17 Maret oleh Gubernur Jateng itu sangat tidak tepat dan terkesan mengamburkan anggaran karena menelan biaya lebih dari Rp 18 miliar,” ujarnya pada wartawan.

Gubernur Jateng Ganjar Prawono langsung angkat suara mengenai tudingan ini. Ia memastikan kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan politik.
Bahkan pihaknya melarang peserta membawa simbol-simbol partai atau calon yang berkontestasi dalam pemilu.

”Kami sangat transparan maka siapapun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah monggo. Tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah,” kata Ganjar, Sabtu (16/3/2019).

Ia menyebut, dana yang dibutuhkan sangat besar karena menghadirkan sekitar 130 ribu orang dari seluruh Jawa Tengah. Ganjar pun membantah jika ada tuduhan dana tersebut bakal dikorupsi.

“Kalau Anda tahu, (dana) itu untuk mereka semua. Target ktia 100 ribu. Dihitung lagi ternyata 130 ribu. Yang lain asumsi, katanya mau dikorupsi. Kalau kami mau sembunyi-sembunyi nggak kami bukak kok. Makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah. Makanya kita buka untuk dikritisi. Soal tidak sepakat jumlah nggak apa-apa. Tapi kita bisa jelaskan,” katanya.

Terkait tuduhan kampanye terselubung, Ganjar menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada motivasi politik praktis meskipun diselenggarakan menjelang pemilu, apalagi untuk dukung salah satu pasangan calon presiden. Dia pun mengajak agar semua hadir, termasuk yang mengkritisi acara ini.

“Justru menjelang pemilu. Kami tidak mau Jawa Tengah direobek-robek. Maka kita hadirkan semua orang. Makanya kalau ada orang marah-marah ini kampanye terselubung, lho yang mana (dukungan) capres tertentu. Maka kita undang semuanya. Mereka yang belum punya hak pilih kita undang sehingga kita bisa menanamkan itu. Siapapun boleh datang, tapi kami berprinsip bertanggungjawab ini kerja kita bersama,” katanya.

Baca juga:

Ganjar menjelaskan acara ini sebagai bentuk kekhawatirannya terhadap banyaknya fitnah, hoaks maupun ujaran kebencian yang terjadi, khususnya di Jawa Tengah.

Meski demikian, Ganjar menyayangkan semua kritikan itu dilontarkan oleh pihak-pihak yang secara pilihan politik berbeda dengan dirinya. Untuk meminimalisir acara tersebut dipolitisasi, juga telah diinstruksikan pelarangan membawa atribut partai.

“Memang saya sedih, di medsos (yang protes) ternyata dari satu kelompok yang kebetulan berbeda pandangan politik dengan saya. Padahal menurut saya mereka hadir pun boleh. Makanya (yang hadir) kita larang menggunakan atribut politik dan capres. Makanya ikut aja, ikut bareng agar itu kepentingan kita bersama. yuk kita saling puji di tempat itu yuk. Menurut saya akan jauh lebih baik itu. Jadi asyik gitu,” terangnya.

Ganjar berharap dengan adanya kegiatan Apel Kebangsaan Kita Merah Putih itu, bisa memberikan nuansa sejuk pada Pilpres mendatang. Karena di panggung itu hanya ada satu suara, Indonesia.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.