MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kendalikan Inflasi Daerah, Tamzil Instruksikan Tim Kendali Inflasi Saling Koordinasi

0 25

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil menginstruksikan pada lembaga terkait untuk saling berkoordinasi guna cegah Inflasi di Kudus tidak terlalu tinggi. Bulog, Kepala Badan Pusat Statistik, serta OPD terkait diharapkan mampu berkoordinasi dengan baik supaya inflasi terkendali.

“Tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu rendah juga,” ujar Tamzil pada rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kudus.

Selain itu juga, Tamzil akan memperdalam kajiannya terkait masalah inflasi ataupun deflasi yang bisa saja terjadi di Kabupaten Kudus. Proses pengkajiannya akan dibantu oleh pihak-pihak terkait. Hal ini merupakan langkah awal untuk menentukan suatu kebijakan jika nantinya hal buruk terkait inflasi maupun deflasi melanda Kudus.

“Saya akan pelajari masalah-masalah inflasi yang terjadi di Kudus,” terangnya.

Tamzil menambahkan, jika dilihat dari grafik angka perbandingan inflasi yang terjadi, di kabipaten yang Ia pimpin ternyata cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di jawa tengah. Menurutnya, hal ini terjadi akibatkan ketergantungan bahan pokok dari daerah lain.

Oleh karena itu, TPID Kabupaten Kudus pun diminta Tamzil agar selalu berkoordinasi dengan BPS untuk menstabilkan angka inflasi.

“Karena sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Instansi terkait dan pihak kepolisian supaya secara berkala, meninjau harga dengan melakukan sidak bahan-bahan pokok kepada para pedagang atau tengkulak. Hal ini ditujukan untuk meminimalisir penimbunan stok bahan pokok.

Mengingat jelang beberapa bulan sebelum puasa, permintaan dari masyarakat terkait kebutuhan pokok pasti tinggi. Sedangkan stok yang ada di lapangan belum tentu mencukupi.

“Saya harap tim ini dapat saling bersinergi dan bekerjasama dengan baik agar inflasi di Kudus ini dapat terkendali,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santoso membenarkan angka kemiskinan di Kabupaten Kudus yang terus menurun sejak 2017 hingga 2018 lalu. Angka kemiskikan sendiri dihitung setiap satu tahun sekali dengan mempertimbangkan beberapa indikator.

“Jadi sangat dimungkinkan ada perbedaan di tiap tahunnya,” terangnya.

Angka kemiskinan dijelaskan Agus juga bisa dipengaruhi oleh kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah daerah.

“Data kemiskinan juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan di suatu wilayah,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.