MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kepri Internasional Open 2019

Beregu Senior Putra B PTM Sukun Juga Pulang dengan Tangan Kosong 

0 36

MuriaNewsCom, Batam – Tim beregu senior putra B PTM Sukun dipaksa pulang dengan tangan kosong di ajang Kepri Internasional Open 2019. Tim yang dihuni Hafid Nuur Annafi (Hafid), Alfin Dicky Pradibta (Alfin) dan Nafis Khoirul Amprijal (Nafis) itu kalah saat berhadapan dengan pemain-pemain PTM Jasa Utama Cipta yang di gawangi pemain-pemain asal China.

Bermain di meja Nomor 4 Hi-Test Arena Bandung, PTM Sukun sebenarnya berhasil menyedot perhatian penonton. Bahkan banyak penonton yang menunjukkan dukungan kepada pihak Beregu putra Senior dari PTM Sukun tersebut.

Hanya, kualitas dan permainan yang jauh berbeda tak bisa membalikkan kedudukan hanya dengan semangat suporter. PTM Sukun bahkan kalah telah 0-3 sekaligus.

Hafid pada pertandingan pertama bahkan terlihat kurang bergairah. Beberapa kali, ia dibuat tak kuasa mengembalikan bola ke meja lawan. Gerak langkah hafid juga nampak sudah terbaca. Ia pun kalah dengan skor 0-3.

Di laga kedua, Alfian yang juga tidak jauh berbeda dengan Hafid. Serangan bertubi-tubi justru dilancarkan oleh pihak lawan, hingga akhirnya Alfian juga kewalahan. Dikecoh sedikit saja, dia tak mampu mmebaca arah pergerakan bola.

Pemain PTM SUkun Alfin Dicky Pradibta (biru) merusaha mencuri poin dari pemain PTM Jasa Utama Cipta di Kepri Internasional Open 2019. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)

Di laga ketiga, permainan Nafis juga tidak semakin membaik. Mereka nampak down saat berhadapan dengan tim tersebut. Padahal, sebelumnya mereka sudah mampu menundukkan tim Malaysia yang notabene mempunyai perawakan tegap dan besar.

Ketua Pelatih PTM Sukun Eddi Pramudji mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh anak didiknya memang sudah berjalan maksimal. Tapi, hasil di lapangan masih belum beruntung.

“Untuk kategori beregu, kita masih mempunyai harapan pada beregu putra senior A dengan gaya permainan mereka yang khas,” katanya dengan kecewa.

Ia mengatakan, jika dilihat dari kualitas permainan, pihaknya tak menampik tim asuhannya itu kalah jauh. Bahkan, pemain-pemain China tersebut berhasil mengatur ritme pertandingan.

”Kami tak berkutik. Pemain didekte semua, tapi tak sadar. Untuk lepas dari situ juga sulitnya bukan main,” tandasnya

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.