MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Obyek Wisata Puteran Colo Diserang Hoax, Puluhan Warga Colo Gelar Aksi

0 272

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 50 orang mengatasnamakan Forum Colo Bersatu Anti Hoax melakukan aksi damai di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (14/3/2019). Latar belakang mereka melakukan aksi tersebut adalah terkait maraknya pesan singkat via whatsapp yang menyebutkan jika obyek wisata puteran colo sering digunakan untuk kegiatan mesum.

Aksi damai dilakukan dengan cara berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan dan sejumlah slogan anti hoax yang menimpa wisata Puteran, Colo. Dalam kesempatan itu juga, para pelaku aksi damai membagian selebaran tolak hoax pada para pengguna jalan yang kebetulan lewat.

Sunarto Hasan, Ketua RT 05/ RW 05 menerangkan jika kabar hoax dimulai saat Kepala UPT Objek Wisata Colo, Mutrikah membuat pesan yang berisi ditemukannya banyak kondom bekas di lokasi objek wisata “Puteran” Colo. Secara tidak langsung, dianggap sebagai tempat mesum.

“Padahal itu tidak benar,” ucap Rindo.

Selain karena penyebaran hoax, pihaknya juga mengatakan jika sebagai warga RT 05/ RW 01 Desa Colo menduga adanya suatu pelanggaran etika dalam kedinasan oleh yang bersangkutan, dalam hal ini adalah Mutrikah. Mutrikah selalu datang serta pulang bersamaan dengan satu orang pria yang sama  di ruang kantor sekretariat di mana yang bersangkutan beraktifitas bahkan sering sekali hingga larut tengah malam.

“Kami menyayangkan kejadian  seperti ini, di situ juga sudah ada aturan status muhrimnya apalagi dekat dengan Makam Sunan Muria juga,” jelasnya.

Aksi berjalan dengan damai. Hingga pada pukul 10.30 WIB, perwakilan masa dipersilahkan masuk dan berunding dengan pihak Pemda Kudus. Ahmad Triswandi dipilih masa untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya pada pihak Pemkab. Adapun tuntutannya adalah berupa skorsing pada yang bersangkutan dan meminta agar tidak ditempatkan lagi di OPD Kepariwisataan di Kabupaten Kudus.

“Kami meminta itu direalisasikan,” ujarnya.

Sementara, perwakilan Pemkab Kudus yakni,  Mas’ut yang merupakan Asisten Tiga Bupati Kudus mengatakan akan mempertimbangkan segala tuntutan yang telah dituntut. Semua akan diproses dan akan di kroscek terlebih dahulu ke semaua pihak.

“Sebelum diajukan dan disampaikan ke Bupati Kudus,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.