MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Lambangan Kudus

0 1.548

MuriaNewsCom, Kudus – Rekonstruksi kasus pembunuhan yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Dewi Murtosiyah (22) yang terjadi di Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Lambangan, Kecamatan Undaan pada 9 Febuari lalu, telah digelar oleh Polres Kudus. Kegiatan tersebut digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di rumah tersangka Sugeng di Desa Lambangan Undaan, Kamis (14/3/2019) siang.

Ada sebanyak 20 reka adegan didasari pada keterangan pelaku saat kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pembunuhan pada tanggal 8 dan 9 Febuari 2019 lalu di peragakan kembali. Reka adegan ini sekaligus untukmengetahui kronologi pembunuhan.

AKP Rismanto menjelaskan reka adegan dimulai saat Sugeng dan istrinya, Dewi cekcok di ruang tamu rumahnya. Cek cok dilandasi rasa kesal Sugeng karena terus disuruh-suruh istrinya tersebut. Reka adegan dua, Sugeng mulai mendorong istrinya ke tembok karena mulai merasa kesal.

“Saat itu pada hari Jumat, tanggal 8 Febuari 2019,” rincinya.

Adegan ketiga hingga kedelapan, Sugeng kembali cekcok dengan Dewi. Sugeng kembali mendorong Dewi. Nahas, kali ini Dewi terkena sebuah kursi dan langsung tidak sadarkan diri. Sugeng langsung panik dan bingung.

Ia pun mengambil selendang yang kemudian diikatkannya pada kayu penyangga tangga setinggi dua meter. Sugeng lantas menyeret tubuh Dewi untuk digantungkan di kain selendang tersebut.

Setelahnya, anak korban menangis. Sugeng yang tak tega langsung menghampirinya dan membuatkan susu anaknya. Sugeng juga sempat menina bobokkan anaknya.

Setelah anaknya tertidur, kurang lebih setengah jam, pihaknya langsung menghampiri istrinya dan berteriak sekencang-kencangnya.

“Hingga para saksi datang dan mengecek kondisi korban,” ucap Rismanto.

Dewi dipastikan tidak bernyawa setelah salah satu saksi mengecek denyut nadinya. Lalu warga pun berdatangan dan akhirnya diperiksa hingga akhirnya dimandikan dan disemayamkan.

Sebelumnya, kematian Dewi memang dianggap tidak wajar oleh beberapa tetangga. Namun, para tetangga hanya mengerti Dewi meninggal karena sakit setelah lakukan operasi sesar.

Menanggapi kejadian ini, Rismanto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat jika menemukan kasus seperti ini langsung saja adukan ke pihak kepolisian. Pihaknya memastikan akan menindak tegas persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

“Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain,”

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.