MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Emak-emak di Lereng Kendeng Pati Diajari Bikin Produk Kain Telaseron

0 116

MuriaNewsCom, Pati – Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pati mengadakan pelatihan pembuatan produk kain telaseron kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Pati, Kamis (14/3/2019). Para emak-emak ini diajari bikin kain telaseron untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Ketua Koordinator Kelompok Pemberdayaan Masyasakat Pati Selatan Krisno mengatakan, pihaknya telah mengadakan pelatihan kepada warga di Lereng Pegunungan Kendeng.

Menurutnya mereka diajarkan tentang tata cara pembuatan produk kain telaseron. “Telaseron ini seperti batik cuman bukan batik,” katanya.

Menurut Krisno, para ibu-ibu rumah tangga ini diberikan materi tentang cara pembuatan telaseron. Mulai dari awal pembuatan hingga bahkan pemasarannya.

Untuk pembuatan telaseron sendiri menggunakan bahan dari alam. Adapun tahapannya yakni pertama dengan menyediakan plastik.

Salah motif hasil produk telaseron. (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)

Selanjutnya plastik ini ditutup dengan kain. Lalu di atas kainnya diberi daun pepohonan untuk motif. Bisa daun jati, daun pepaya dan lainnya.

“Kemudian ditutup dengan kain lagi. Setelah ditutup kain itu, teknik selanjutnya diinjak-injak atau diponding. Pada teknik ini, tak membutuhkan waktu lama. Setelah diinjak, kemudian dimasak. Yakni dimasukan ke dalam dandang,” ujarnya.

Pada saat dimasak dalam dandang. Ditunggu hingga dua jam lamanya. Baru kemudian dibuka hasilnya. Lalu dibersihkan dengan tawas sebagai penghalus warna. “Setelah itu dikeringkan. Baru setelah kering kemudian dicuci,” jelasnya.

Ia mengatakan, pelatihan ini diadakan pada setiap hari Sabtu dan hari Minggu. Kegiatan ini berlangsung hingga bulan April mendatang.  “Untuk jumlahnya pesertanya ada sebanyak 20 orang. Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga,” lanjutnya.

Krisno mengatakan ada banyak motif telaseron yang dihasilkan. Mulai dari motif daun jati, motif daun pepaya, motif daun advokat, daun belimbing dan lainnya.

“Harga jualnya tak mahal. Satu lembar kain ukuran dua meter harganya Rp 250 ribu. Itu tergantung motif dan bahan kainnya yang dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk pemasarannya direncanakan akan berada di tempat-tempat objek wisata yang ada di Kabupaten Pati. Selain itu juga, akan disertakan dalam even-even UMKM. “Rencananya dan juga dipasarkan lewat online,” jelasnya.

Dengan demikian, diharapkan dapat meningkat perekonomian warga sekitar. Apalagi, mayoritas warga bermata pencariannya sebagai petani. “Bisa buat penghasilan tambahan ibu-ibu rumah tangga ini selain bertani,” tandasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.