MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Targetkan Tahun 2019 Angka Kemiskinan di Kudus Kembali Turun

0 29

MuriaNewsCom, Kudus – Angka kemiskinan di Kabupaten Kudus tahun ini ditargetkan menurun. Impian ini diusung seiring dengan dilaksanakannya berbagai program pembangunan yang mendukung pengentasan kemiskinan. Yang diyakini dapat merealisasikan target tersebut.

Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Kudus Sudjatmiko, menerangkan jika pada tahun 2017 jumlah warga miskin di Kota Kretek 64.400 jiwa atau 7,59 persen. Sedangkan pada 2018 turun menjadi 59.900 jiwa atau 6,98 persen. Kemudianpada 2019, ditarget turun di bawah angka tahun 2018 tersebut.

Program yang dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan, mulai dari intervensi meningkatkan pendapatan masyarakat hingga pengendalian inflasi mulai digalakkan kembali. Termasuk Progam wirausahawan dan pemaksimalan pemasaran produk tamatan anak usia kerja seperti SMK.

“Kami optimistis, angka kemiskinan dapat diturunkan,” katanya.

Pengembangan dan peningkatan terus dilaksanakan terkait tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha dan sirkulasi pemasaran produk tamatan anak usia kerja, yang diharapkan sangat berdampak.  Salah satunya adalah pemaksimalan sekolah kejuruan.

“Hingga kini dampaknya cukup signifikan,” ungkapnya.

Saat program kejuruan diluncurkan beberapa tahun yang lalu, dampaknya mulai dirasakan. Lulusan sekolah kejuruan kebanyakan sudah bekerja di sejumlah tempat. Kondisi tersebut berdampak peningkatan pendapatan keluarga yang menaungi siswa tersebut. Beberapa juga sudah mulai membuka usahanya sendiri.

“Hal itu turut berperan menurunkan angka kemiskinan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santoso membenarkan angka kemiskinan di Kabupaten Kudus yang terus menurun sejak 2017 hingga 2018 lalu. Angka kemiskikan sendiri dihitung setiap satu tahun sekali dengan mempertimbangkan beberapa indikator.

“Jadi sangat dimungkinkan ada perbedaan di tiap tahunnya,” terangnya.

Angka kemiskinan dijelaskan Agus juga bisa  dipengaruhi oleh kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah daerah.

“Data kemiskinan juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan di suatu wilayah,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.