MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BPJS Kesehatan Kudus Tak Lagi Tanggung Penyakit Akibat Kerja, Ini Alasannya

0 250

MuriaNewsCom, Kudus – BPJS Kesehatan cabang Kudus dalam rapat koordinasinya bersama Badan Penyelenggara Jaminan mulai menegaskan jika Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Kabid Penjamin Manfaat Rujukan pada BPJS Kesehatan Kudus Tri Wahyu Ernawati mengatakan, kebijakan tersebut sudah sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018. Dalam kebijakan tersebut, menyatakan bahwa kecelakaan kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK) bukan tanggungan dari BPJS Kesehatan, melainkan kewenangan milik Badan Penyelenggara Jaminan lainnya.

“Badan penyelenggara jaminan lainnya itu contohnya Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, ataupun Asabri,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, BPJS Kesehatan sebenarnya pernah hadir sebagai penjamin kasus KK dan PAK jauh sebelum badan penyelenggara jaminan lainnya memberikan jaminan terkait hal ini. Namun kini, hal tersebut tidak berlaku lagi.

“Kasus KK maupun PAK yang ditangani rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (Faskes) Pratama bisa langsung dilaporkan dan klaimkan ke lembaga jaminan terkait,”  terangnya

Erna merinci, untuk kasus kecelakaan lalu lintas bisa ke PT Jasa Raharja. Sedangkan kasus penyakit akibat kerja bisa ke BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen dan Asabri.

“Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141 tahun 2018 yang telah diundangkan tanggal 28 Oktober 2018 merupakan pedoman dalam pelaksanaan koordinasi antar pemberi manfaat Pelayanan tersebut,” rinci Erna.

Alur penjaminan kasus kecelakaan kerja di rumah sakit dimulai dari laporan karyawan ke personalia perusahaan, kemudian membuat laporan ke BPJS Ketenagakerjaan. Setelah itu, dari BPJS kenagakerjaan akan melakukan pengambilan kelengkapan data ke rumah sakit. Maksimal investigasi kasus akan dilakukan selama 3×24 jam.

”Saat ini, sinergi antara BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja sudah terkoneksi dengan aplikasi V Claim di masing-masing rumah sakit. BPJS Kesehatan akan bertindak sebagai penjamin kedua dari kasus kecelakaan lalu lintas. Dengan catatan, jika kasus tersebut telah dijamin dan telah melampaui plafon dari Jasa Raharja,” tegasnya.

Semua kasus kecelakaan lalu lintas akan diterbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan memberikan centang pada checklist di Aplikasi V Claim. Sehingga dapat segera di tindaklanjuti oleh PT Jasaraharja,

“Teknisnya, harus penjaminan kasus kecelakaan lalu lintas oleh PT jasa Raharja baru bisa diurus setelah adanya keterangan dari kepolisian.

Rekon data kecelakaan lalu lintas antara BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja diharapkan segera dilaksanakan. Mengingat ada beberapa kasus yang tidak bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak tersebut.

“Saya harap ada sinergitas bersama supaya pelayanan bisa dimaksimalkan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.