Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Rusia

Produk Briket Arang Kelapa Asal Kudus Ini Berhasil Menembus Pasar Rusia

0 829

MuriaNewsCom, Saint Petersburg – Di antara gemerlap even pameran shisha terbesar di dunia “Hookah Club Show 2019” di St. Petersburg akhir pekan lalu, terselip produk asli buatan dalam negeri Indonesia.

Nama brand-nya Nusakoko. Produksi CV Albisindo Bersama Nusantara dari Kudus. Nusakoko adalah produk briket arang kelapa. Diproses sedemikian rupa hingga briket itu berbentuk balok kecil-kecil berukuran 25x25x25 milimeter kubik.

Nusakoko resmi beredar di Rusia Agustus 2018. Meski belum genap setahun, Nusakoko sudah memiliki jaringan distribusi sendiri.

Produk briket arang kelapa Nusakoko cukup menyita perhatian sebagian pengunjung Hookah Club Show di St. Petersburg, 9-10 Maret 2019 lalu. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

“Kami mengurus sendiri segala sesuatunya. Mulai ekspor dari sana, impor di sini, hingga distribusi,” ujar Alviandro DT Wartono, pemilik brand Nusakoko di sela-sela even.

Nusakoko memang ikut buka tenant di Hookah Club Show 2019. Dan even tersebut adalah forum yang sangat pas untuk mengenalkan semua produk yang terkait dengan shisha. Mulai dari alat bong, tembakau, tungku mini, hingga briket arang kelapa.

Dari pengamatan MuriaNewsCom, cukup banyak pengunjung yang menyambangi tenant Nusakoko di Hall H Gedung Expo Forum Center St. Petersburg.

Satu kemasan Nusakoko dengan berat 1 kilogram ini dijual di pasar Rusia seharga RUB 160 atau sekitar Rp 35 ribu. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

Menurut Vian, selain di Moscow dan St. Petersburg, saat ini produknya sudah dipasarkan di Penza, Samara, Sochi, Novorossiysk, Novosibirsk, Rostov Na Donu, Kazan, Armavir, Podolsk, Bishkek (Kyrgyzstan), dan Tashkent (Uzbekistan).

Lalu, sudah seberapa jauh hasil penjualan Nusakoko di Rusia? “Alhamdulillah, sekarang saya bisa menjual sekitar 12 ton dalam sebulan,” lanjut Vian.

Meski demikian, Vian menegaskan jika dirinya menargetkan penjualan hingga 18 ton per bulan. Dengan melihat tren penjualan produknya saat ini, dirinya mengaku optimistis jika target tersebut akan tercapai kuartal kedua tahun ini.

 

Reporter: Deka Hendratmanto
Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.