MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tapa Wuda Ganjal 2 Kali Pengusulan Gelar Pahlawan Ratu Kalinyamat

0 861

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara menyatakan siap untuk kembali memperjuangan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, upaya tersebut sebenarnya sudah diupayakan jauh sebelumnya.

Ahmad Marzuqi menandaskan, Pemkab Jepara sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah pusat, gelar Pahlawan Nasional untuk Kalinyamat. Usaha itu dilakukan pada tahun 2005 bersama pusat penelitian dari Universitas Diponegoro.

Usaha serupa dilakukan kembali pada tahun 2016 bersama UGM (Universitas Gajah Mada). Namun semuanya belum membuahkan hasil.

“Tentu kami kecewa, karena usulan itu tidak diterima pemerintah pusat,” kata Marzuqi, Senin (11/3/2019).

Menurut dia, ALASAN penolakan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat bukan didasarkan sepak terjangnya dalam mengusir penjajah, pemberdayaan ekonomi, dan politik yang menjadi poin penting dalam perjuangannya.

”Tapi malah justru karena soal tapa wuda sinjang rekma (sering disebut bertapa tanpa busana),” ujar Ahmad Marzuqi, Senin (11/03/2019).

Alasan ‘Tapa wuda sinjang rekma’, menurutnya merupakan sebuah kesalahan tafsir. Kalimat itu sebenarnya adalah kiasan.

Ia menjelaskan, apa yang dimaksudkan bukan berarti bertapa tanpa busana. Namun, maksudnya Ratu Kalinyamat meninggalkan urusan keduniawian.

”Hal ini harus segera dijelaskan secara terperinci sehingga dalam pengajuan selanjutnya, bisa diterima,” ujarnya.

Marzuqi menilai, penganugerahan pahlawan nasional, seharusnya lebih didasarkan pada sejauh mana peran sang tokoh dalam perjuangan nasional pada zamannya, kepeloporannya, patriotismenya, dan nasionalismenya.

Baca: Pemkab Jepara Didesak Kembali Perjuangkan Gelar Pahlawan Ratu Kalinyamat

Tulisan penulis Portugis, Diego de Couto telah menggambarkan Ratu Kalinyamat sebagai Ratu Jepara yang berkuasa dan kaya raya. Dalam literature lain, Ratu Kalinyamat juga dua kali menyerang Portugis di Malaka sekitar tahun  1550 dan 1574.

“Pemkab Jepara tentu saja akan berjuang keras untuk ini. Kami akan segera kembali mengajukan gelar Pahlawan Nasional untuk Ibu Ratu Kalinyamat. Segera,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam Focus Grup Discusion (FGD) tentang kepahlawanan Ratu Kalinyamat mendesak Pemkab Jepara kembali mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat.

Hisyam Zamroni, salah satu pengamat sejarah Jepara, menyatakan Ratu Kalinyamat adalah sebuah tokoh nyata dan pernah ada. Keberadaannya bukan sekadar legenda ataupun dogeng semata. Banyak catatan sejarah yang sudah membuktikan eksistensi Ratu Kalinyamat.

 

Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.