MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ganjar Kaget Ada Bocah Imut Suka Makan Daun Pandan

0 79

MuriaNewsCom, Magelang – Daun pandan biasanya digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Namun seorang bocah di Magelang, ternyata lahap memakan daun tersebut.

Mungkin aroma daun yang harum membuat bocah ini terpikat untuk memakannya. Bocah ini bernama Febi, umurnya baru sekitar enam tahun.

Kesukaan bocah ini memakan daun pandan dilontarkannya saat ditanya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Saat itu, Febi bersama sejumlah bocah lain diajak Ganjar naik ke panggung dalam Festival Buah Jawa Tengah di kawasan Candi Borobudur, Minggu (10/3/2019) kemarin.

Di atas panggung, Ganjar menanyakan buah dan sayur apa yang jadi favorit anak-anak itu. Satu persatu mereka menjawab dan mendeskripsikan rasanya.

Anak-anak pun menyebut buah kesukaannya masing-masing, dari manggis, pepaya, jeruk, apel sampai buah naga. Febi kemudian menjawab buah naga sebagai buah favorit. Rasanya yang manis-manis asam membuatnya suka.

Sementara sayur, Febi memberi jawaban mengejutkan. Selain suka selada dan bayam, Febi juga suka daun pandan. “Itu aku juga suka daun pandan,” kata Febi polos.

Alhasil jawaban Febi ini membuat kaget dan bikin tertawa. Para penonton pun tertawa terpingkal-pingkal.

Belum habis tawa para hadirin, Ganjar melanjutkan pertanyaannya, “lha kamu juga suka oseng-oseng daun jati?” kata Ganjar yang juga masih tertawa. “Iya suka,” kata Febi yang membuat semua hadirin semakin terpingkal dan diberi penjelasan Ganjar bahwa daun jati tidak enak dimakan.

Dalam festival buah tersebut sejumlah buah asli Jawa Tengah dipamerkan dan dijual belikan. Tercatat Rp 210 juta transaksi dalam acara yang berlangsung selama dua hari itu.

Ganjar mengatakan, dari sekian banyak buah asli Jawa Tengah hanya mundu yang tidak ketemu karena memang tidak musim. Dia berharap dengan keragaman tersebut memancing anak-anak untuk suka mengkonsumsi.

“Tadi saya ngobrol sama anak-anak ternyata mereka juga sangat suka. Kalau kita bisa memberikan sayur dan buah, kelak mereka jadi anak yang sehat dan cerdas,” katanya

Bukan berarti hal tersebut tanpa tantangan. Ganjar menegaskan, di tengah kampanye mengonsumsi makanan sehat adalah terjangan makanan siap saji. Ganjar berharap orangtua dan sekolah jadi garda terdepan untuk memberi pelajaran konsumsi makanan sehat.

“Kalau terbiasa mengenalkan makan sayur dan buah pada anak-anak, maka dia akan terbiasa. Problemnya kita akan berkompetisi dengan makanan siap saji. Orangtua sekarang harus mengajarkan, juga sekolah. Kita dari pemerintah mendorong lewat semacam festival ini,” katanya.

Terlebih saat ini konsumsi sayur masyarakat Jawa Tengah hanya 35 kg di bawah ambang batas internasional sebanyak 75 kg per tahun per kapita. Dengan pengenalan-pengenalan manfaat buah dan sayur, Ganjar memiliki cita-cita satu desa di Jawa Tengah memiliki satu jenis buah unggulan.

“Ini semoga juga akan jadi kompetisi dan merangsang one village one product  khususnya dalam buah-buahan sehingga setiap desa akan memunculkan buah apa yang menarik dan kita akan semakin kaya dan berorientasi ekspor,” pungkasnya.(lhr)

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.