MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Rusia

Berkunjung ke Saint Petersburg, Pusat Sejarah dan Budaya Rusia

1 137

MuriaNewsCom, Saint Petersburg – Inilah kota terbesar kedua di Rusia setelah Moscow. Berada di tepian Sungai Neva, kota ini menghadap langsung ke Teluk Finlandia.

Butuh waktu sekitar tujuh jam penerbangan dari Dubai untuk menuju kota yang sering disebut sebagai Venesia dari utara ini. Disebut begitu karena kota ini dilalui tak kurang dari 40 sungai dan 20-an kanal.

Anda penggila bola? Pasti tau dong klub sepak bola FC Zenit St. Petersburg. Beberapa manajer kondang pernah menukangi tim ini. Sebut saja Dick Advocaat (Belanda), Luciano Spalletti (Italia), André Villas-Boas (Portugal), hingga Roberto Mancini (Italia).

Saint Petersburg Stadium, kandang Zenit, jadi salah satu host Piala Dunia 2018. Di tempat ini pula, Belgia merebut posisi ketiga di Piala Dunia 2018 setelah menyingkirkan Inggris 2-0.

Galeria Shopping Mall. Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di St. Petersburg. Di belakang mal ini, terdapat Moskovskiy Vokzal, stasiun kereta yang menghubungkan St. Petersburg dengan Moscow. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

Kota ini memiliki sejarah yang panjang. Sejak didirikan oleh Tsar Peter yang Agung pada tahun 1703, kota ini sudah empat kali berubah nama. Dari awalnya Saint Petersburg, kota ini berubah nama menjadi Petrograd (1914), Leningrad (1924), dan kembali lagi ke Saint Petersburg (1991).

Kota ini nyaris jatuh ke tangan Nazi Jerman di masa Perang Dunia II. Tapi meski dikepung dari segala penjuru selama kurun waktu September 1941 sampai dengan Januari 1944, kota ini tetap tegar berdiri.

Sejarah panjang kota ini juga dibarengi dengan sejarah budayanya. Dari situs mesin pencari Google, diperoleh data jika Saint Petersburg saat ini memiliki 221 museum, 2.000 perpustakaan dan lebih dari 80 teater

Selain itu, ada sekitar 100 penyelenggara konser di kota ini, 45 galeri dan ruang pameran, 62 bioskop, dan sekitar 80 bangunan seni. Tiap tahun tidak kurang 100 pagelaran seni digelar di sini. Tak heran jika UNESCO menetapkan kota ini sebagai warisan budaya dunia.

Hujan salju mengguyur kota St. Petersburg membuat suhu di sini cepat berubah, hingga -4 derajat celcius. (Facebook: Deka Hendratmanto)

Tidak banyak yang bisa kita lakukan saat berkunjung ke kota ini di bulan Maret. Hari-hari ini Saint Petersburg masih diselimuti salju. Di mana-mana salju. Meski tidak lebat dan separah di bulan Desember dan Januari, tapi cuaca bisa berubah cepat.

Suhu di luar ruangan yang rata-rata 1 derajat celcius, bisa dengan cepat turun hingga -4 derajat celcius. Ditambah angin yang lumayan kencang, jaket tebal pun rasanya tetap tak cukup membentengi tubuh dari dinginnya udara yang menusuk tulang.

Seperti misalnya saat MuriaNewsCom dan rombongan kecil berkunjung ke Church of the Savior on Blood alias Gereja Juruselamat dalam Ceceran Darah (dalam bahasa Rusia tertulis Церковь Спаса на Крови, Tserkov’ Spasa na Krovi).

Saat hendak mengabadikan momen, tiba-tiba saja hujan salju turun dengan lebatnya dan akhirnya membuat kami semua hanya bertahan tak lebih dari 10 menit sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil yang berhenti di tepi jalan.

Reporter: Deka Hendratmanto
Editor: Deka Hendratmanto

  1. Aro Pangrango berkata

    Ditunggu lanjutannya …..

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.