MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bantah Jokowi Anti Islam, Ida Fauziyah: Jokowi yang Tetapkan Hari Santri

0 3.108

MuriaNewsCom, Kebumen – Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Ida Fauziah mengajak masyarakat, terutama warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk menyambut Pemilu 2019 dengan gembira.

Ini dikatakan Ida dalam “Manakib Kubro” dan Deklarasi Warga NU untuk Indonesia Maju, di Kebumen, Sabtu (9/3/2019).

“Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai sesuatu yang menggembirakan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Sayangnya, kata Ida, sampai hari ini banyak fitnah yang dimunculkan untuk menyerang Joko Widodo. Tak hanya Jokowi, NU juga menurut dia menjadi korban perundungan.

“NU juga dibully. Kalau ini terus terjadi kita khawatirkan akan kebersamaan kita sebagai warga negara. Karena kita adalah bangsa yang besar,” kata ketua umum Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) ini.

Atas dasar itu, Ida mengajak warga NU untuk satu suara melawan berbagai fitnah dan berita bohong tersebut, sekaligus memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak ada alasan bagi warga NU untuk tidak memilih Pak Jokowi, kiai Ma’ruf. Ini juga sekaligus menjaga Indonesia lewat Pemilu,” katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, fitnah yang menyerang Jokowi antara lain disebut PKI, antek asing, anti Islam, hingga melakukan kriminalisasi ulama.

“Warga NU harus bisa menjawab dan menjelaskan akan fitnah-fitnah itu. Sekaligus bisa menunjukkan berbagai prestasi yang sudah dicapai Pak Jokowi,” katanya.

Soal fitnah bahwa Jokowi anti Islam, Ida menerangkan, mantan wali kota Solo itu membangun berbagai universitas Islam. Jokowi pula yang menetapkan adanya Hari Santri.

“Soal PKI, Pak Jokowi lahir tahun 1961. PKI melawan negara pada tahun 1965. Masak Balita sudah ikut-kutan,” bebernya.

Mengenai tudingan kriminalisasi ulama, Ida menegaskan Jokowi sudah memberi bukti, sosok yang digandeng dalam Pilpres adalah seorang kiai.

“Soal jadi antek asing? Nyatanya di Era pak Jokowi, negara ini mampu memiliki saham mayoritas di Freeport yang sebelumnya banyak dikuasai negara lain,” kata dia.

Menurut Ida, warga NU harus yakin, bahwa Indonesia akan semakin maju. Karena itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf harus menang dalam Pilpres.

“Kiai Ma’ruf juga kader terbaik NU. Jadi mulai hari ini warga NU di Kebumen harus mengajak warga lain untuk memilih pasangan ini. Karena ini juga bagian dari upaya menjaga ajaran Aswaja di negara ini,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan deklarasi pemenangan untuk Jokowi-Ma’ruf. Mereka antara lain tergabung dalam JPNU, jaringan santri milenial, Jaringan Muda NU, Jaringan Jokowi Menang yang lain Kalah (Jamalaka).

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.