MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bayi di Banjarnegara Lahir dengan Usus di Luar Perut, Orang Tua Bingung Biaya Operasi

0 120

MuriaNewsCom, Temanggung – Bayi pasangan Asif Ghozali (44) dan Suryati (40) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, mengalami kelainan saat dilahirkan. Bayi itu mengalami cacat pada dinding perut, sehingga usus ke luar melalui lubang di sisi pusar.

Tak hanya itu, untuk bernafas bayi yang diberi nama Arumi Adiba Nasha itu juga harus dibantu selang pernafasan dari, dan dirawat di dalam inkubator. Pihak medis menyebut jika bayi itu mengalami Gastroschisis.

Kini bayi itu tengah dirawat di RSUD Temanggung untuk menjalani perawatan dan persiapan operasi. Sebelumnya si bayi dilahirkan secara premature di di RSI Wonosobo.

Saat itu, usia kandungan ibunya kurang dari delapan bulan. Karena kondisi si bayi yang menderita Gastroschisis maka dirujuk ke RSUD Temanggung.

Namun pasangan ini kebingungan untuk mencari biaya. Padahal biaya operasi yang dibutuhkan minimal mencapai Rp 120 juta. Sementara si bayi belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Orang tua Arumi hanya seorang petani, sehingga kesulitan untuk mencari uang sebesar itu dalam waktu cepat.

“Kami bingung mencari dana sebesar itu, padahal harus dilakukan operasi secepatnya,” kata Asmaul Husna yang merupakan tante Arumi.

Pihak keluarga juga mengaku bingung mau minta bantuan siapa. Dirinya pun berharap ada dermawan yang bisa membantu meringankan beban biaya operasi keponakannya yang saat ini harus menggunakan alat bantu.

Ia mengaku, sudah mencoba meminta bantuan dari pemerintah daerah setempat, namun hingga kini belum ada tanggapan.

“Sementara ini kami sedang berusaha mencari bantuan dari daerah kami tinggal. Kami juga sudah berusaha mencoba minta bantuan pemerintah kabupaten tetapi belum ada respons,” ujarnya.

Ia berharap, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa turun tangan untuk membantu. Terlebih Ganjar dikenal sebagai gubernur yang memiliki respons cepat ketika mengetahui warganya yang terkena musibah.

“Si kecil ini belum mempunyai BPJS, jadi biayanya harus ditanggung sendiri, oleh karena itu beban ini sangat berat bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Suprapti, Kepala Ruang Melati RSUD Temanggung tempat Arumi dirawat menyebut, jika Gastroschisis merupakan kelainan yang terjadi sejak di dalam kandungan.

“Kalau kelainan itu memang tidak normal sejak dalam kandungan, jadi berbagai macam faktornya,” terangnya.

Ia mengatakan, RSUD Temanggung jarang menemui pasien semacam itu. Bayi tersebut harus dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk dioperasi karena peralatan di RSUD Temanggung untuk penanganan pasien tersebut belum memadai.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: AntaraJateng

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.