Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mencekam, Begini Suasana Simulasi Penanganan Kericuhan Pemilu di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Pagi ini, suasana Alun-alun Simpang Tujuh Kudus tampak mencekam. Puluhan orang pendukung salah satu calon legislatif tak terima dengan hasil penghitungan suara. Mereka bahkan membawa barang-barang dan dilemparkan ke arah petugas yang tengah siaga lengkap dengan senjata.

Anjing pembubar massa juga dikerahkan, truk water cannon pun tengah bersiap menembak ke arah kerumunan orang yang tampak mulai beringas dalam aksinya melempari petugas. Pasukan penembak pembubar massa juga disiap siagakan untuk antisipasi brutalnya aksi masa.

Gesekan pun tak bisa terhindarkan. Akibatnya satu orang tewas terkena tembakan. Masa berhasil didorong mundur, lalu Tim Inavis Polres Kudus mulai lakukan olah TKP dimana terjadi bentrokan yang menewaskan satu orang.

Itu tadi adalah simulasi sistem pengamanan kota (Sispam Kota) yang diikuti oleh 600 personel Polres Kudus sebagai wujud kesiapan kepolisian dalam pengamanan berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas pada pelaksanaan pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, Sabtu (9/3/2019) pagi.

Simulasi Sispamkota kali ini melibatkan TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Serta dipimpin langsung oleh Kapolres Kudus, AKBP Saptono. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dihadiri Bupati Kudus HM Tamzil, beserta Forkopimda Kabupaten Kudus, KPU dan Bawaslu Kudus, tokoh agama dan tokoh masyarakat, parpol, serta para tim sukses.

Situasi saat proses simulasi sispam Polres Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus (MuriaNewsCom/Anggara Jiwandhana)

Saptono mengharapkan dengan dilakukan simulasi tersebut, maka pihaknya dan instansi terkait lainnya dapat mengerti dan bisa menyiapkan langkah antisipasi terkait pengamanan pada setiap tahapan Pemilu 2019 mendatang.

“Karena ada beberapa tahapan di Pemilu mendatang yang dimungkinkan bisa menimbulkan permasalahan,” jelasnya.

Terkait spesifikasi simulasi, Saptono menjelaskan jika simulasi difokuskan pada pengamanan pra, saat, maupun pasca coblosan. Proses pengamanan masa kampanye, hingga perhitungan suara tak luput dari simulasi. Hal tersebut dilakukan untuk menggali potensi-potensi kerawanan yang ada saat proses tersebut.

“Kita detailkan lagi untuk mencegah masalah-masa,lah kecil yang bisa saja menjadi besar,”

Saptono kembali menegaskan, kegiatan ini merupakan satu bentuk kesiapan pihaknya dalam mengamankan Pemilu di April mendatang. Pihak-pihak terkait juga akan digandeng demi memperkuat kekuatan penjagaan dan mencegah masalah timbul saat berlangsungnya Pemilu tersebut.

“Kami siap mengamankan jalannya pemilu,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, HM Tamzil mengapresiasi simulasi yang digelar Polres Kudus pagi ini. Pihaknya berharap Polres Kudus dan segenap jajaran aparat pengaman lainnya bisa mengamankan dan menciptakan pemilu yang damai, tenang, dan kondusif.

“Bagus, hanya semoga tidak benar terjadi yang seperti ini,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...