Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kampanye di Media Massa Tetap Ada Aturannya

MuriaNewsCom, Jepara – Pada Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 ini, kegiatan kampanye diperkenankan memanfaatkan media massa. Para peserta Pemilu 2019 bisa memasang iklan kampanye di media massa sesuai kebutuhan mereka. Namun demikian, tetap ada aturan-aturan yang mengikat dalam kegiatan ini.

Pernyataan ini disampaikan Komisioner Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jepara, Arifin dalam Rapat Kerja Teknis dengan Media di Hall Hotel Syailendra, Jepara, Selasa (05/03/2019). Untuk iklan kampanye di media massa, menurut Arifin baru diperbolehkan pada kurun waktu 24 Maret sampai 13 April 2019. Konten yang ditampilkan juga harus sesuai dengan aturan yang telah ada.

“Karena itu, kami minta semua pihak harus memahami aturan mainnya. Kalau pada akhirnya ada yang melanggar, maka Bawaslu Jepara tentu akan melakukan tindakan,” ujar Arifin.

Terkait hal ini, baik peserta Pemilu maupun media harus berhati-hati. Pemberitaan media terkait calon legislatif bisa dikategorikan kampanye jika memuat gambar calon, nomor urut dan logo partai politik.

Kemudian untuk Pilpres dan DPD memuat foto dan nomor urut. Hal ini juga berlaku untuk kampanye di media sosial.

Sejauh ini, Bawaslu menyatakan belum menemui adanya pelanggaran kampanye di media massa. Namun untuk di media sosial sudah banyak yang ditemukan. Soal ini sudah diberitahukan kepada para peserta Pemilu yang terlibat, dalam bentuk tindakan yang bersifat pencegahan atau tidak langsung ditindak.

“Kami kedepankan memberikan peringatan, tapi jika setelah ini mereka tetap melakukannya, tentu kami akan mengambil tindakan tegas,” tambah Arifin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Jepara, Sujiantoko menyebut peran penting media dalam menyukseskan Pemilu. Media harus bisa memberikan informasi mengenai tahapan Pemilu, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk para peserta Pemilu.

Sejauh ini, Sujiantoko menyebut masih ada sebagian masyarakat yang sama sekali tidak mengetahui tahapan Pemilu yang sudah berlangsung. Media dalam hal ini juga memiliki tanggung jawab moral untuk bisa menciptakan pemilih yang cerdas untuk Pemilu 2019.

“Jangan sampai masyarakat bersikap apatis terhadap Pemilu karena memang tidak tau sama sekali soal Pemilu. Pemilu harus disosialisasikan dengan baik oleh semua pihak, termasuk media,” tegas Sujiantoko.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...