MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

745 Desa Miskin Jadi Binaan Dinas-dinas di Pemprov Jateng

0 102

MuriaNewsCom, Semarang – Pemprov Jawa Tengah mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) untuk mendampingi desa-desa miskin di provinsi ini. Ada 745 desa yang menjadi target untuk pengentasan kemiskinan.

Ratusan desa itu tersebar di 14 kabupaten yang masih masuk dalam zona merah kemiskinan di Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, jumlah warga miskin di provinsi ini tercatat masih sekitar 3,87 jiwa. Sehingga diperlukan upaya percepatan dan terobosan untuk menekan angka kemiskinan.

”Seluruh OPD dan BUMD Pemprov kita arahkan untuk menggarap satu sektor di desa miskin agar pada 2023 tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hanya tersisa 7 persen,” kata Ganjar, Selasa (5/3/2019).

Ini dikatakan Ganjar dalam program Mas Ganjar Menyapa dengan tema Desa Binaan Tekan Kemiskinan, di Puri Gedeh. Menurut Ganjar, program pengentasan kemiskinan di Jateng sebetulnya sudah berjalan bagus.

Terbukti Pemprov Jateng berhasil mengentaskan 29,8 ribu warga miskin dalam setahun terakhir. Meski demikian, diperlukan terobosan melalui program Satu Dinas Satu Desa Binaan tersebut, sehingga target angka kemiskinan 7 persen bisa tercapai.

Baca : Ganjar Perintahkan Tiap Dinas di Pemprov Jateng Bina Desa Miskin

Ia memaparkan, program ini secara sederhana ialah menggerakkan organisasi OPD dan BUMD Pemprov Jateng. Tiap OPD dan BUMD menggarap satu sektor di desa miskin.

“Tujuan akhirnya, masyarakat makin berdaya, mandiri, kesejahteraan meningkat, kemiskinan menurun dan munculnya leadership. Ini menjadi cara kita lebih dekat dengan rakyat,” terangnya.

Dengan program ini, nantinya OPD dan BUMD tidak harus membantu dengan dana, tetapi bisa mencarikan sponsor dari perusahaan-perusahaan dengan CSR-nya. Misalnya, satu perusahaan diarahkan membina lima desa.

Ganjar juga mendorong, OPD dan BUMD mencari sukarelawan pendamping. Karena, hal itu akan memunculkan kepedulian dan kesadaran bersama. Inovasi, kreasi dan leadership juga akan terbentuk. Karena, juga akan didapat cara mengasah kepedulian. Masing-masing pihak pun akan memiliki target sendiri-sendiri.

“Koordinasi dengan pemkab pemkot menjadi gerakan pertama, untuk membaca data. Prioritas yang mau dikerjakan apa. Konsep ini juga bisa ditularkan, mulai dari taktik hingga strategi dan agar juga makin menguatkan program pemerintah,” pungkasnya. (lhr)

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.