MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Turun Tangan, Raka Bocah 15 Tahun yang DO untuk Rawat Adiknya Kini Kembali Sekolah

0 1.516

MuriaNewsCom, Semarang – Kisah Raka Ardana Gunawan (15) bocah yang tinggal di Jalan Merapi Gang 1 RT 06 RW 04 Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, ramai jadi perbincangan di media sosial. Bocah ini terpaksa drop out (DO) dari SMP, karena harus bekerja menghidupi adiknya.

Ibunya, Emilia Kurnia meninggal empat tahun lalu karena sesak nafas setelah operasi cesar untuk melahirkan adiknya yang paling kecil. Sementara bapaknya, tidak diketahui keberadaanya setelah menikah.

Bocah ini tinggal di rumah kontrakan bersama neneknya Yahmi Prihatiningsih (54). Rumah kontrakan yang ditempatinya berdinding triplek dan atapnya sering bocor.

Sedangkan adiknya yang paling kecil ikut dan dirawat kerabatnya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat.

Sang nenek yang sudah janda ini bekerja sebagai buruh pijat dan penghasilannya tidak menentu. Selain itu, nenek itu juga masih mempunyai dua anak yang masih bersekolah.

Dua anak itu Kristina Puji Astuti (13) masih duduk di bangku kelas 6 SD dan Veronika Putri Lestari (10), duduk di kelas 3 SD.

Kisah Raka ini mulai ramai diperbincangkan setelah akun @Gus_Raharjo memposting di Twitter, pada 23 Februari 2019. Akun ini juga mention ke twitter Gubernur Jateng @ganjarpranowo.

“RAKA, anak 15 tahun ini sorang piatu, ibuny almarhumah emilia kurnia mennggl 4th llu krn skit sesak nfas stelah operasi cesar adiknya yg trakhir, sdngkan bpaknya sudah menikah lagi dan keberadaannya skrang tdk diktahui” tulis akun itu disertai sejumlah foto.

Gubernur Ganjar pun langsung menanggapinya dengan memerintahkan Dinas Sosial untuk mengeceknya. “Ada no telp yg bs dihubungi? cc @dinsosjateng tlg dicek,” cuit Ganjar.

Di hari itu juga, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah melalui jajarannya langsung melakukan pengecekan ke rumah kontrakan. Ketika itu Raka belum kembali ke rumah kontrakan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Nur Hadi Amiyanto, Senin (4/3/2019) mengatakan ketika itu timnya menemui sang nenek. Mereka juga menanyakan layanan apa saja yang sudah diterima dari pemerintah.

Keluarga itu ternyata sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Selain itu juga sudah masuk dalam basis data terpadu (BDT).

Nur Hadi mengatakan untuk kehidupan sehari-hari Yahmi memang bekerja sebagai jasa pijat, dan banyak sukarelawan yang memberikan bantuan. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari masih bisa mencukupi.

“Namun untuk kondisi rumah, memang sangat memprihatinkan. Dari hasil motivasi kami, mereka mau masuk menjadi penerima manfaat di SPSA Woro Wiloso Salatiga. Itu hasil penjangkauan yang kami lakukan bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tokoh masyarakat setempat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jateng, Soesmiasih Prawiro menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan SPSA Woro Wiloso Salatiga.

“Raka akan kita ikutkan kejar paket, kalau tidak, bisa disambungkan ke sekolahnya yang dahulu pada tahun ajaran baru nanti oleh SPSA Woro Wiloso Salatiga,” jelasnya.

Pihaknya memastikan, bocah yang putus sekolah di kelas 2 SMP itu bisa melanjutkan sekolah pada tahun ajaran baru nanti. (lhr)

 

Penulis : Ali Muntoha
Editor : Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.