Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembangunan MI Rusak Rumah Warga, Yayasan TBS Kudus Dituntut Rp 2,39 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Yayasan Taswiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kabupaten Kudus dituntut sebesar Rp 2,39 miliar. Penuntutan dilakukan oleh Farida Kurniawati warga Desa Langgardalem , Kecamatan Kota, Kudus. TBS sendiri dituntut pihak Farida dikarenakan pihaknya merasa pembangunan di MI  TBS, merusak bangunan rumahnya.

Gugatan perdata tersebut diajukan Farida Kurniawati ke Pengadilan Negeri (PN) Kudus dengan agenda sidang Kamis (28/2/2019) kemarin

Ditemui setelah pengecekan rumah, Farida menjelaskan sejak MI TBS melakukan pembangunan, rumah miliknya mengalami beberapa kerusakan. Dijelaskannya, kerusakan berada di bagian kamar tidur dan pagar rumah bagian kiri.

“Kami minta ganti rugi baik berupa material maupun inmaterial atas kerusakan rumah saya,” tegasnya.

Ditambahkan kuasa hukum Farida, Hery Darman, pihaknya mengaku sudah menempuh jalur musyawarah. Hanya selama dua tahun belakang belum ada kepastian terkait hal tersebut. Mufakat hingga kini belum dicapai.

“Karena pembangunan rumah milik klien (Farida) banyak yang retak dan mengancam nyawa,” ucapnya.

Herry menambahkan, akibat banyaknya retakan, Farida terpaksa menghentikan kegiatan produksi konveksi di rumahnya selama dua tahun. Karena alasan inilah, pihaknya menuntut ganti rugi inmaterial selama ini tidak produksi.

“Jika  ini (ganti rugi) tidak segera diselesaikan, kami akan menempuh gugatan yang lain,” tegasnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Yayasan TBS Kudus, Yusuf Istanto menjelaskan, pihaknya sudah ada upaya itikad baik dengan memperbaiki kerusakan sesuai keinginan pemilik rumah. Saat pembangunan mencapai 40 persen, Farida meminta kegiatan perbaikan tersebut dihentikan. Dengan alasan sudah mengajukan gugatan ke PN Kudus dan menunjuk kuasa hukum.

“Perbaikan itu termasuk penguatan struktur tembok yang kebetulan bersebelahan dengan gedung MI TBS. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 20 juta-an,” terangNya

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan tersebut sebenarnya pernah dibahas dalam musyawarah yang digelar di Aula Mubarok MI TBS pada 8 November 2018 lalu. Musyawarah tersebut juga dihadiri penggugat yakni Farida Kurniawati dan suaminya Abdul Chalim serta kerabatnya.

Sedangkan dari pihak Yayasan TBS, lanjutnya, dihadiri langsung oleh ketua umum yayasan TBS Kiai M Ulil Albab Arwani, bendahara yayasan Kiai M Arifin Fanani, ketua II Yayasan TBS Salim, bidang pembangunan M Yahya, M Hilmy dan Anis Hidayat serta Kepala Kemenag yang juga Pembina Yayasan TBS Kudus Noor Badi.

“Dalam pertemuan itu sudah disepakati, penggugat tidak menuntut apa-apa hanya minta dibenahi bangunan rumah yang rusak dengan tukang pilihan dari pihak penggugat,” ucapnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...