Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

5 Pejabat Bersaing Jadi Sekda Baru di Jepara

0 284

MuriaNewsCom, Jepara – Proses seleksi untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara memasuki babak baru. Setelah ditutup pendaftarannya pada 25 Febuari 2019 lalu, dipastikan ada 5 orang yang akan bersaing mendapatkan posisi tersebut.

Jabatan Sekda Jepara akan segera ditinggalkan oleh Sholih yang akan segera memasuki masa pensiun pada Mei 2019 mendatang.

Sholih yang menjadi Ketua Tim Pansel (Panitia Seleksi) Sekda Jepara menyatakan, saat ini ada 5 orang yang secara resmi menjadi bakal calon sekda Jepara.

Mereka sudah mendaftarkan diri, dan dinyatakan sudah memenuhi syarat-syarat administrasi. Selanjutnya mereka akan menjalani tes kualifikasi oleh tim assesor yang sudah ditunjuk. Tes kualifikasi tersebut akan dilakukan di UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) Solo, pekan depan.

Lima orang tersebut merupakan pejabat-pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Jepara. Mereka adalah Diar Susanto (Kepala Badan Kepegawain Daerah),  Edy Sujatmiko (Assisten Bupati), Trisno Santoso (Sekretaris Dewan DPRD), Denny Hendarko (Kepala Dinas Perhubungan) dan Junaidi (Kepala Dinas Perizinan).

“Nanti 5 orang ini akan menjalani tes kualifikasi lebih dulu. Pelaksanaanya di Solo, di UNS, dalam minggu depan ini,” ujar Ir Sholih, Jumat (01/03/2019).

Setelah tes kualifikasi, mereka selanjutnya juga akan menjalani tes wawancara yang akan dilakukan oleh Tim Pansel. Nantinya, Tim Pansel akan memilih 3 orang yang akan dilaporkan kepada Bupati Jepara. Proses akhirnya, 3 orang yang disampaikan Timsel akan dipilih oleh bupati Jepara.

Sementara itu, Deni Hendarko, salah satu pejabat yang ikut mengikuti seleksi menyatakan, dirinya tidak terlalu berambisi untuk jabatan tersebut. Sebagai PNS, dirinya hanya mencoba mengikuti alur dari jenjang karir yang bisa dijalaninya. Selebihnya dirinya mengaku menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan.

“Lilahita Alla saja saya. Bisa lolos ya berarti amanah buat saya, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa. Semuanya pasti sudah ditetapkan oleh Allah, dan saya hanya bisa menjalaninya,” ujar Deni Hendarko.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.