Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ternyata Ini Penyebab PG Rendeng Merugi Hingga Empat Tahun

MuriaNewsCom, Kudus – Ketidak maksimalan mesin dalam pengolahan bahan produksi serta kualitas tebu yang bisa dikatakan under rate diduga jadi penyebab ruginya hasil produksi PG Rendeng empat tahun terakhir.

Karna itulah, revitalisasi mesin dan perluasan lahan tebu akan jadi solusi PG Rendeng Kudus dalam mencapai target labanya pada musim giling 2019 mendatang. Hal ini dilakukan mengingat target laba yang ditetapkan managemen berkisar di angka Rp satu miliar.

Asisten Kepala Bagian Tanaman Heribertus Wahyu Adibroto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai rencana untuk mendongkrak produksi dan mendapatkan laba yang banyak. Terlebih lagi, PG Rendeng telah memiliki tanaman tebu petani binaan dengan kualitas yang diharapkan lebih baik. Tanaman di tempatkan pada tanah di lahan hak guna usaha (HGU).

“Karena selama ini penyebabnya adalah kualitas tebu yang buruk,” jelasnya.

Lebih rincinya, ekstensifikasi tanaman berada dii lahan perhutani dengan luasan mencapai 3.987 hektare. Tanaman tersebut tersebar di enam kabupaten yaitu Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang.

“Tersebar di daerah-daerah tersebut,” ungkapnya.

Pemberdayaan petani tebun juga diharapkan mampu mendongkrak laba perusahaan lebih tinggi. Heri mengatakan, jika petaninya baik, maka kualitas tebu juga akan lebih baik lagi.

“Kami berdayakan dengan bekerjasama dengan bank melalui progam Kredit Usaha Rakyat,” tandasnya.

Sementara untuk mendongkrak produksi, dikatakan Septiawan, selaku asisten kepala bagian mesin, PG Rendeng juga tengah melakukan revitalisasi mesin produksi. Total anggarannya ditaksir mencapai nilai Rp 225 miliar. Revitalisasi sendiri dibiayai dari penyertaan modal negara (PMN).

“Kami sedang merevitalisasi mesin,” jelasnya.

Diharapkan pihaknya, setelah direvitalisasi nanti, kapasitas giling akan meningkat. Jumlahnya akan bertambah  dari 2.500-3.000 TCD (ton per hari) menjadi 4.000 TCD.

“Semoga bisa tercapai pada tahun inii,” tandas Setiawan.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...